Inovasi swasta diperlukan guna kendalikan sampah plastik

Inovasi swasta diperlukan guna kendalikan sampah plastik

Aktivis Global Peace Youth Indonesia memunguti sampah yang berserakan di pantai di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/12/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama.

diharapkan untuk menghasilkan kemasan yang mudah terurai secara alami yang dapat mengurangi 10 persen dari penggunaan plastik biasa
Jakarta (ANTARA) - Berbagai bentuk inovasi dari sektor swasta sangat diperlukan dalam rangka mengendalikan sampah plastik, seiring dengan perubahan regulasi yang tepat guna merespons perkembangan dari inovasi tersebut.

Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, menuturkan inovasi pihak swasta sangat diharapkan untuk membantu pengendalian sampah laut.

Menurut Nani, beberapa yang sudah dilaksanakan di antaranya adalah penggunaan sampah plastik untuk aspal. "Inovasi juga diharapkan untuk menghasilkan kemasan yang mudah terurai secara alami yang dapat mengurangi 10 persen dari penggunaan plastik biasa," katanya.

Baca juga: Perajin tahu deklarasi tak gunakan sampah plastik untuk produksi

Apalagi, ia mengingatkan bahwa sampah kemasan plastik sekali pakai mengancam ekosistem dan mengganggu upaya pengendalian perubahan iklim.

Selain itu, ujar dia, sampah plastik melaju jauh dari darat hingga ke lautan. Bahkan 80 persen dari sampah plastik di lautan berasal dari daratan.

Menurut Nani, kebijakan Presiden Joko Widodo sangat tegas untuk mengendalikan sampah plastik, yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Berdasarkan strategi yang telah diimplementasikan, sampah laut berhasil dikurangi hingga 11,2 persen dari rata-rata 0,49-0,68 juta ton per tahun.

Sebelumnya anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar menuntaskan permasalahan sampah di lautan nusantara.

Baca juga: Tekan impor limbah plastik, Pertamina EP perkuat bank sampah Nunukan

Akmal menyatakan bahwa bila Indonesia mampu mengendalikan sampah laut, maka akan mewujudkan dua tujuan sekaligus.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memaparkan dua tujuan tersebut adalah memperbaiki ekosistem pantai dan memproduksi energi dari bahan baku sampah.

Bila telah tercapai demikian, lanjutnya, maka dinilai juga akan menjadi prestasi Indonesia di mata dunia pada upaya mengatasi persoalan lingkungan di laut. "Laut ini sudah bisa bersih aja terutama pantai-pantainya sudah sangat bagus, apalagi bila mampu sampahnya diubah menjadi energi tenaga sampah, akan menjadi prestasi yang luar biasa di dunia internasional," katanya.

Baca juga: Menikmati kesejahteraan dari ekonomi sampah plastik

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan data Forum Ekonomi Dunia, terdapat sekitar 150 juta ton plastik di seluruh samudera bumi ini.

Menurut dia, bila kegiatan penanganan sampah laut ini serius ditangani lintas sektoral, bukan hal mustahil Indonesia mampu mengatasi persoalan sampah terutama sampah laut sehingga juga akan mengembalikan kualitas ekosistemnya.

Baca juga: Selain 3R, ini solusi atasi sampah plastik

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menakar relevansi kebijakan larangan kantong plastik di Jakarta

Komentar