Pengamat: Komisioner baru KPU Palembang pulihkan kepercayaan publik

Pengamat: Komisioner baru KPU Palembang pulihkan kepercayaan publik

Arsip - Lima komisioner KPU Palembang Pengganti Antar Waktu (PAW) 2019-2024 usai dilantik KPU RI di Jakarta, Jumat (6/12/2019) (ANTARA/Aziz Munajar/HO/19)

Palembang (ANTARA) - Pengamat politik, M. Alip Dian Permata, mengingatkan lima komisioner PAW KPU Palembang yang baru dilantik agar memulihkan kepercayaan publik pasca jejak pelanggaran oleh lima komisioner sebelumnya.

"Beban kelima komisioner yang baru ini memang sangat berat dan bukan perkara gampang, sebab lima komisioner sebelumnya bermasalah secara etika sehingga membuat publik kurang percaya lagi dengan KPU Palembang," ujar Alip kepada Antara pada Senin.

Baca juga: KPU Sumsel ambil alih penetapan hasil pileg Kota Palembang

Sebelumnya KPU RI melantik lima komisioner pengganti antar waktu KPU Palembang 2019-2024 di Jakarta pada Jumat (6/12), kelimanya yakni Syawaludin (ketua), M. Joni, Kurniawan SE, Munawaroh, Kurniawan SPd.

Kelimanya menggantikan lima komisoner sebelumnya yang telah divonis hakim PN Klas I A Palembang dengan pidana enam bulan penjara percobaan satu tahun yakni, Eftiyani (ketua), Yetty Oktarina, Alex Barzil, Abdul Malik dan Syafarudin Adam, kelimanya melanggar pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 subsider pasal 55 ayat 1 KUHP karena terbukti menghilangkan hak suara.

Menurut Alip KPU merupakan salah satu pilar demokrasi yang menjalankan fungsi pemilihan umum seharusnya mengedepankan integritas, sebab proses penyelenggaraan akan mempengaruhi kualitas pemimpin yang dilahirkan.

"Lima komisioner baru ini perlu belajar banyak dari kejadian yang menjerat komisioner sebelumnya, terutama menyangkut netralitas, integritas dan standar moral tinggi agar tidak mudah ditekan oleh berbagai kepentingan," jelasnya.

Baca juga: Komisi II DPR ingatkan penyelenggara pemilu lebih bertanggung jawab

Kelima komisioner PAW KPU Palembang sebaiknya segera banyak tampil ke publik, berbicara di kampus-kampus dan menampilkan diri di media sosial untuk membangun kepercayaan publik.

"Penjurubicaraan yang agresif dan masif jadi salah satu upaya yang bisa mereka tempuh, jika aktif tampil ke publik maka dengan sendirinya kepercayaan itu muncul, jangan sampai KPU itu seolah-olah tidak terjangkau oleh publik," tambah Alip.

Kepercayaan itu penting agar masyarakat lebih siap menghadapi pemilu, pileg maupun pilkada, kata dia, waktu pemilihan pada 2024 juga membuat PAW KPU Palembang punya cukup waktu untuk mempersiapkan penyelenggaraan lebih terencana dan terpercaya.

"Kuncinya bukan pada melahirkan Superman, tapi bagaimana menciptakan super team dan percaya pada sistem," demikian Alip.

Baca juga: KPU Kabupaten Muna kunjungan kerja ke KPU Medan

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

5 Komisioner KPU Palembang divonis 6 bulan penjara

Komentar