SEA Games 2019

Poin demi poin Praven/Melati menuju emas ganda campuran

Poin demi poin Praven/Melati menuju emas ganda campuran

Medal emas yang dipersembahkan Praven Jordan dan Melati Daeva Oktavianti adalah yang kedua setelah tim putra Indonesia saat menjuarai final beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Manila, Filipina (ANTARA) - Sergapan Praven Jordan yang membuat pengembalian bola Shevon Jemie Lai keluar, memastikan Indonesia merebut medali emas ganda campuran Sea Games di Manila, Senin.

Dalam partai final nan ketat itu, Praveen Jordan yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti menuntaskan ganda Malaysia Soon Huat/Shevon Jemie Lai dalam tiga gim, 21-19, 19-21, dan 23-21.

Medali emas ini merupakan yang kedua bagi Indonesia setelah nomor beregu putra

Final ganda campuran antara Praven/Melati melawan Goh/Lai berlangsung ketat dan relatif berimbang, dan inilah perjalanan pasangan Indonesia merebut poin demi poin untuk memastikan medali emas kedua dari bulu tangkis itu.

Mengawali gim pertama, Praven/Melati terlihat belum fokus sehingga memberikan tiga poin awal kepada Goh/Lai. Setelah itu, pasangan Indonesia bangkit dan menyamakan pada kedudukan 6-6.

Baca juga: Praveen/Melati rebut emas SEA Games 2019

Praven/Melati bahkan bisa melewati angka Goh/Lai dan unggul 11-9 saat interval. Usai interval, fokus Praven/Melati kembali hilang sehingga Goh/Lai menuai poin dengan mudah untuk unggul 16-12.

Setelah itu pasangan Indonesia kembali bermain fokus untuk mengejar dan menutup gim pertama dengan skor 21-19.

Gim kedua diawali dengan perebutan angka ketat sampai sama kuat 7-7. Setelah itu Goh/Lai melejit hingga unggul pada interval dalam kedudukan 11-9.

Usai interval Praven/Melati sempat menyusul 18-17 untuk kemudian menyamakan 19-19. Sebuah kesalahan Melati menutup gim kedua 19-21 untuk pasangan Malaysia.

Baca juga: Hendro raih emas jalan cepat 20km

Mengawali gim ketiga, Praven/Melati langsung tertinggal 0-4 dan kemudian 3-7. 

Setelah itu pukulan-pukulan Praven yang diarahkan kepada Goh, membuat pasangan Indonesia menuai poin demi poin untuk menyamakan kedudukan menjadi 8-8.

Namun saat interval Praven/Melati tertinggal 10-11. Usai interval, perolehan angka kembali ketat. Praven/Melati mencapai angka 20 terlebih dahulu, tapi disamakan pasangan Malaysia.

Setelah terjadi dua kali duece, sergapan Praven mengakhiri pertandingan dengan 23-21 sekaligus memastikan Indonesia menambah koleksi emas dari cabang olah raga bulu tangkis.

Baca juga: Timnas U-22 Indonesia siap tempur kontra Vietnam

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas Balik 2019 - Desember: Dari prestasi Indonesia di SEA Games 2019 hingga peresmian tol pertama Kalimantan

Komentar