Kampanye Biden serang kebijakan Trump soal Arab Saudi-Korea Utara

Kampanye Biden serang kebijakan Trump soal Arab Saudi-Korea Utara

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang mencalonkan diri untuk pemilihan presiden AS pada 2020 berpidato di hadapan pendukungnya pada perhentian tur bus kampanye "No Malarkey!" di Spencer, Iowa, Amerika Serikat, Minggu (1/12/2019). (REUTERS/BRIAN SNYDER)

Washington (ANTARA) - Kampanye presiden calon dari Demokrat Joe Biden pada Minggu  (8/12) diisi dengan serangan baru terhadap Donald Trump, dengan menganjurkan penilaian-ulang hubungan AS-Arab Saudi dan menyebut uji coba senjata Korea Utara "teguran" bagi presiden AS.

Pernyataan itu disampaikan kepada Reuters, saat Trump menghadapi tekanan untuk mengkaji pendekatan pemerintahnya kepada Riyadh setelah beberapa pejabat pelaksana hukum mengatakan seorang letnan Angkatan Udara Arab Saudi menewaskan tiga orang di pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida. Pelaku kemudian ditembak hingga tewas.

Pria itu berada di pangkalan tersebut sebagai bagian dari program pelatihan, yang dirancang untuk meningkatkan hubungan dengan sekutu asing.

Pihak berwenang mengatakan mereka percaya pria itu bertindak sendirian.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kepada Trump, Minggu,  kerajaan tersebut akan membantu penyelidikan mengenai penembakan itu, demikian dilaporkan kantor berita negara Arab Saudi.

Namun, peristiwa tersebut menyoroti hubungan hangat pemerintah Trump dengan pemerintah Arab Saudi saat kejatuhan berlanjut sejak pembunuhan wartawan Washington Post Jamal Khashoggi tahun lalu di Konsulat Arab Saudi di Turki.

Hubungan kedua negara juga terganggu akibat keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman dan ketegangan dengan pesaingnya di Timur Tengah, Iran.

Baca juga: Otoritas AS lindungi pengungkap dalam skandal Trump

Di dalam pernyataan melalui surel kepada Reuters,  juru bicara kampanye Biden TJ Ducklo mengatakan pemerintah Trump telah mengirim kepada Arab Saudi "jaminan untuk bertindak dengan kekebalan di seluruh dunia".

Biden akan "menilai-kembali hubungan kita dengan Arab Saudi guna memberikan jaminan sepenuhnya berkaitan dengan prioritas dan nilai Amerika" jika ia mengalahkan Trump dalam pemilihan umum November 2020, kata Ducklo.

Biden menekankan bahwa penyelidikan mengenai penembakan Florida mesti berjalan sebagai mestinya, tambah juru bicara itu.

Ducklo juga mengatakan uji coba di tempat pengujian roket Sohae di Korea Utara --setelah Trump menyebut hubungan AS-Korea Utara "sangat baik"-- adalah "teguran nyata buat Trump". Uji coba itu juga memperlihatkan pertemuan puncak yang Trump lakukan buat konsumsi TV tak menghasilkan apa-apa, dan Korea Utara terus meningkatkan kemampuannya yang berbahaya".

Ia menambahkan bahwa Biden, sebagai presiden, "takkan mengirimi Kim Jong Un surat cinta apa pun",.

Baca juga: Korea Utara mencela Joe Biden karena mengejek Kim Jong Un

Ia merujuk surat cinta itu pada pertukaran korespondensi pribadi antara Trump dan Kim sejak pertemuan puncak pertama mereka di Singapura pada Juni 2018, ketika surat Korea Utara itu berjanji akan melucuti instalasi rudal tempat uji coba paling akhir dilakukan.

Tim kampanye pemenangan kembali Trump  belum menanggapi permintaan komentar pada Minggu malam (8/12).

Mantan wakil presiden AS itu telah menyoroti mandat kebijakan luar negerinya saat ia berjuang melawan pesaingnya bagi pencalonan presiden partai Demokrat tapi juga saat ia mempersiapkan diri untuk pertarungan pemilihan umum melawan Trump. Di dalam video yang dilihat banyak orang yang diunggah daring pada Rabu (4/12), Biden menggambarkan presiden petahana itu jadi lelucon di kalangan pemimpin dunia.

Kampanye Trump sebagian dilandasi atas argumen bahwa negara lain memanfaatkan Amerika Serikat akibat diplomasi yang disarankan Biden ketika ia menjadi wakil presiden Barack Obama.

Sumber: Reuters

Baca juga: Biden kepada Trump: Kamu takkan menghancurkan saya

Baca juga: Biden: 'Lidah beracun' Trump picu penembakan massal di AS

 

Pemerintah Amerika Serikat tambah jumlah beasiswa untuk pelajar Indonesia

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar