Bappenas masukkan pembukaan penerbangan Biak-Palau ke RPJMN 2020-2024

Bappenas masukkan pembukaan penerbangan Biak-Palau ke RPJMN 2020-2024

Pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara Frans Kaisiepo Biak.(ANTARA/HO-Angkasa Pura 1 Biak)

Bandara Internasional Frans Kasisiepo diharapkan menjadi hub untuk penerbangan ke berbagai negara kepulauan Pasifik untuk mendukung program pariwisata, perikanan dan kelautan
Biak (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah memasukkan rencana pembukaan layanan penerbangan internasional dari Bandara Frans Kaisiepo Kabupaten Biak Numfor, Papua, ke Palau dan negara di kawasan Pasifik dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Bandara Internasional Frans Kasisiepo diharapkan menjadi hub untuk penerbangan ke berbagai negara kepulauan Pasifik untuk mendukung program pariwisata, perikanan dan kelautan," ungkap Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Dr Velix Vernando Wanggai menanggapi rencana strategis pembukaan layanan penerbangan Bandara Frans Kaisiepo ke Bandara Palau, di Biak, Senin.

Ia mengakui letak geografis Pulau Biak yang berada di kepulauan Pasifik sangat berpeluang untuk dikembangkan membuka layanan penerbangan ke sejumlah negara di kepulauan Pasifik.

Sedangkan fasilitas lain dimiliki Bandara Biak, menurut Velix, sangat panjang dan bisa didarati pesawat jenis apapun sehingga potensial dikembangkan sebagai hub penerbangan ke berbagai negara di kawasan Pasifik.

Pada periode tahun 1996-1998 Garuda Indonesia menerbangi rute Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-Los Angeles dengan pesawat berbadan lebar MD-11.

Baca juga: Objek wisata goa Jepang Biak diusukan jadi warisan dunia UNESCO

"Dengan berbagai kelebihan dan kelengkapan sarana prasarana dimiliki Bandara Frans Kaisiepo Biak, kami mencoba memasukkan dalam dokumen RPJMN 2020-2024 Bappenas untuk pembukaan layanan penerbangan Internasional ke Palau," ungkap Velix.

Velix berharap wilayah Pulau Biak yang telah menjadi kawasan strategis Nasional bidang pariwisata, perikanan dan kelautan serta pertahanan keamanan dapat terus berkembang dalam berbagai aspek pembangunan sehingga masyarakat dapat cepat sejahtera.

Baca juga: Dishub Biak minta Merpati layani penerbangan antar kota Papua

Sementara itu, Sekda Biak Markus O.Mansnembra mengatakan jajaran Pemkab Biak Numfor mendukung Bappenas memasukkan program pembukaan penerbangan Biak-Palau dalam dokumen RPJMN 2020-2024.

"Pemkab Biak Numfor mengharapkan program layanan penerbangan dari Biak ke Palau bisa terwujud, ya fasilitas bandara Frans Kaisiepo sangat lengkap dan memiliki sarana prasarana navigasi penerbangan yang lengkap,"ujarnya.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak, Papua memiliki landas pacu terpanjang keempat bandara di Indonesia sepanjang 3.470 meter.

Baca juga: Lapan cita-citakan Biak menjadi "space island"
 

Pewarta: Muhsidin
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi dan jas hujan plastik

Komentar