Golf

Tiger Woods tidak mau bahas pelanggaran yang dilakukan Patrick Reed

Tiger Woods tidak mau bahas pelanggaran yang dilakukan Patrick Reed

Tiger Woods memainkan tee shot pada hole ketujuh di kejuaraan golf The Challenge: Japan Skins, yang berlangsung di Accordia Golf Narashino Country Club. (ANTARA/USA TODAY Sports/USA TODAY USPW)

Jakarta (ANTARA) - Kapten tim golf AS Tiger Woods tidak mau membahas pelanggaran yang dilakukan Patrick Reed pada ajang Hero World Challenge pada akhir pekan, ketika timnya tiba di Australia, Senin.

Tim AS akan bermain melawan tim Internasional di ajang Piala Presiden yang dimulai pekan ini.

"Ya, saya telah berbicara dengan Pat mengenai hal itu, itu sudah berlalu, kami menuju pekan ini, kami fokus pada menghadapi tim internasional yang hebat di sini," kata Woods kepada para pewarta pada peluncuran resmi turnamen, Senin.

Baca juga: Tiger Woods kembali tolak turnamen golf Arab Saudi

Reed mendapat penalti dua stroke karena memajukan garis pukulannya di bunker pada putaran ketiga turnamen yang diselenggarakan oleh Woods di Bahama. Di mana sebagian anggota tim AS sedang melakukan persiapan untuk menuju Australia.

Penalti tersebut membuat sang juara Master 2018 kehilangan kesempatan untuk memainkan playoff melawan Henrik Stenson di Albany Golf Cup. Namun hal yang mungkin lebih buruk dari itu adalah kecaman dari komunitas golf.

"Sebagaimana yang kita ketahui, Pat dihukum dan itulah yang terjadi, akhir cerita. Sayangnya, ia absen di playoff karena dua pukulan itu namun kami menantikan pekan ini," tambah Woods.

Sejumlah pegolf internasional menyarankan agar Reed mendapat kawalan ketat dari para penonton terkait insiden itu, namun Woods mengatakan menurut dia warga Australia merupakan penggemar golf dan hanya akan menghadirkan atmosfer hebat di ajang tersebut.

Baca juga: Dua pegolf putri Thailand beri pelatihan kepada anak-anak di Jakarta

Lebih jauh Woods berkata bahwa timnya telah menghabiskan perjalanan jauh, beristirahat, namun juga melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan kekompakan serta bermain kartu.

"Ini adalah tim hebat, campuran yang hebat, beberapa orang tua namun mayoritas anggota tim berusia di bawah 30 tahun," tuturnya.

"Saya bercerita mengenai apa yang terjadi pada 1998, ketika sebagian di antara mereka masih menggunakan popok," tambahnya.

Woods pun bersyukur dirinya dapat memimpin tim AS pada kejuaraan elit tersebut.

"Memiliki kesempatan untuk memimpin orang-orang ini dan datang ke salah satu negara favorit saya di dunia, dan bermain di salah satu lapangan golf favorit saya, benar-benar merupakan impian yang menjadi nyata," pungkasnya.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden inginkan seluruh stadion untuk Piala Dunia U-20 terhubung sarana transportasi

Komentar