Lili Pintauli ingin peringatan Hakordia tak digelar setiap tahun

Lili Pintauli ingin peringatan Hakordia tak digelar setiap tahun

Dua pimpinan KPK periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar (kanan) dan Nurul Ghufron saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Intinya sih apakah boleh 3 tahun ke depan. Jadi, tidak tiap tahun diperingati karena ada beberapa yang sudah (menurun tingkat korupsinya) tidak memperingatinya
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar menginginkan agar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tidak perlu digelar setiap tahun.

"Intinya sih apakah boleh 3 tahun ke depan. Jadi, tidak tiap tahun diperingati karena ada beberapa yang sudah (menurun tingkat korupsinya) tidak memperingatinya," ucap Lili usai menghadiri puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Menurut dia, dibandingkan menggelar Hakordia secara seremonial di gedung lebih baik langsung terjun ke lapangan untuk mengkampanyekan antikorupsi.

Baca juga: Dua pimpinan baru datangi gedung KPK untuk adaptasi

"Tadi kami juga sudah diskusi ada Pak Alex (pimpinan KPK Alexander Marwata) juga. Jadi, mungkin kami langsung kampanyekan di lapangan. Jadi, tidak perlu di gedung, berbicara apa gitu, bentuk lain dengan cara konkret," ucap Lili.

Ia juga mengaku optimistis dapat menaikkan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada saat masa pimpinan KPK 2019-2023 mulai bekerja.

"Kan minimal target IPK bisa naik dari 38 tetapi itu kan kerja berat ya, paling tidak kita optimistis bahwa ini harus disenergikan bersama instansi, pemerintah, dan masyarakat tentunya," ujar dia.

Namun, ia mengaku belum mengetahui berapa target nilai IPK yang akan dikejar nantinya.

Baca juga: Pansel capim KPK dalami peran Lili Pintauli saat masih di LPSK

"Kami belum rapat kan, saya tidak bisa menyampaikan kan. Kalau sudah rapat mungkin target-target ada yang disampaikan oleh pimpinan," kata Lili.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa nilai IPK Indonesia menunjukkan tren positif.

"Bapak ibu perlu kami laporkan dalam perjalanan kami memimpin KPK selama empat tahun Alhamdulillah walau pun kenaikannya pelan-pelan tetapi Indeks Persepsi Korupsi kita itu trennya positif membaik," ucap Agus.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

"Terakhir nilainya adalah 38 masih kita tunggu di akhir tahun ini, yaitu tahun 2019 nanti akan segera diumumkan kita berharap tren naik tadi kita pertahankan. Indeks Persepsi Korupsi itu dikeluarkan oleh lembaga internasional transparansi di Berlin," ucap Agus.

Diketahui, IPK Indonesia 2018 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) menunjukkan kenaikan tipis, yakni naik 1 poin dari 37 pada 2017 menjadi 38 pada 2018.

Baca juga: Saut Situmorang mengaku tak kecewa Presiden tak hadir di Hakordia

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Korupsi harus dilawan bersama

Baca juga: Novel Baswedan: Hakordia 2019 digelar dalam keadaan sedih

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPJSTK Batam Nagoya komitmen bebas korupsi

Komentar