Saham Bank Mandiri naik seiring penunjukan direksi dan komisaris baru

Saham Bank Mandiri naik seiring penunjukan direksi dan komisaris baru

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar (ketiga kiri) berfoto bersama dengan jajaran direksi Bank Mandiri usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Senin (9/12/19). RUPS Luar Biasa Bank Mandiri menyetujui pengangkatan Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

Jakarta (ANTARA) - Harga saham Bank Mandiri naik seiring penunjukan sejumlah direksi dan komisaris baru di bank plat merah tersebut pada Senin sore.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, saham perusahaan berkode emiten BMRI tersebut ditutup naik 75 poin atau 1,05 persen ke posisi Rp7.250.

Dalam sepekan terakhir, performa saham BMRI secara akumulatif meningkat 2,11 persen. Sedangkan dalam sebulan dan tiga bulan terakhir, saham BMRI masing-masing naik 2,84 persen dan 3,94 persen.

Frekuensi perdagangan saham BMRI hari ini tercatat sebanyak 5.113 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,05 juta lembar saham senilai Rp261,35 miliar.

Baca juga: Jadi bos baru Mandiri, Royke Tumilaar tak akan banyak ubah kebijakan

Harga saham BMRI saat ini naik hampir 11 kali lipat dibandingkan harga saat Penawaran Umum Perdana (IPO) Rp675 pada 2003 lalu.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) awal pekan ini memutuskan untuk mengangkat Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama.

Dalam rapat, disepakati juga pengangkatan Silvano Rumantir sebagai Direktur Keuangan dan Strategi. Bankir muda yang juga merupakan talenta internal Bank Mandiri itu memiliki pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan sehingga dapat memacu lebih kencang pengembangan bisnis perseroan.

Baca juga: Royke Tumilaar Dirut Bank Mandiri, ini perjalanan kariernya

Untuk menjaga dinamika ekonomi serta melihat berbagai peluang di tengah ketatnya kondisi perekonomian global, pemegang saham mengangkat Chairman Mandiri Institute yang juga Menteri Keuangan periode 2013-2014, Muhamad Chatib Basri, sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pemegang saham sepakat mengangkat Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama. Tiko yang sebelumnya menjabat Direktur Utama, akan memastikan seluruh corporate plan yang sudah dirancang dapat terealisasi dengan baik. Selain itu, Kartika Wirjoatmodjo juga akan memastikan rencana ekspansi regional perseroan berjalan dengan baik serta melakukan restrukturisasi kredit-kredit besar di BUMN.

Baca juga: Bank Mandiri pangkas target pertumbuhan kredit jadi 9 persen

Dengan demikian, susunan direksi perseroan menjadi sebagai berikut: Direktur Utama Royke Tumilaar, Wakil Direktur Utama Sulaiman Arif Arianto, Direktur Consumer & Retail Transaction Hery Gunardi, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Information Technology Rico Usthavia Frans, Direktur Treasury, International Banking & SAM Darmawan Junaidi, Direktur Corporate Banking Alexandra Askandar, Direktur Kepatuhan dan SDM Agus Dwi Handaya, Direktur Hubungan Kelembagaan Donsuwan Simatupang, Direktur Commercial Banking Riduan, Direktur Keuangan dan Strategi Silvano Winston Rumantir serta Direktur Operation Panji Irawan.

Sedangkan susunan komisaris perseroan menjadi: Komisaris Utama Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Komisaris Utama Muhamad Chatib Basri, Komisaris Independen Mohamad Nasir, Komisaris Independen Robertus Bilitea, Komisaris Independen Makmur Keliat, Komisaris Ardan Adiperdana, Komisaris R. Widyo Pramono, dan Komisaris Rionald Silaban.

Baca juga: Bank Mandiri tebar dividen Rp241 per saham
Baca juga: Bank Mandiri salurkan KUR Rp17,45 triliun hingga September 2019

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upaya BI lahirkan santri mandiri

Komentar