Pengembangan Museum Patiayam diusulkan Rp2,2 miliar

Pengembangan Museum Patiayam diusulkan Rp2,2 miliar

Pengunjung Museum Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA / Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan anggaran untuk pembelian tanah sebesar Rp2,5 miliar guna pengembangan Museum Patiayam agar bangunan fisiknya lebih besar sehingga bisa menampilkan koleksi museum dengan jumlah lebih banyak.

"Kebutuhan anggaran sebesar itu diusulkan tahun 2020. Dengan harapan setahun kemudian bisa diajukan bantuan pembangunan museum ke Pemerintah Pusat," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sutiyono di Kudus, Senin.

Tahun sebelumnya, kata dia, Kabupaten Kudus sudah diundang oleh pusat terkait kemungkinan bantuan pembangunan Museum Patiayam, namun kalah cepat dengan Kabupaten Tegal yang kebetulan bupatinya hadir langsung dan bisa meyakinkan Pemerintah Pusat bahwa mereka siap menyediakan lahan untuk pembangunan museum.

Sementara Kabupaten Kudus, lanjut dia, saat itu belum memiliki lahan sendiri yang bisa dibangun museum sehingga belum bisa mendapatkan kucuran bantuan pembangunan museum.

Untuk lahan yang hendak dibeli masih berada di wilayah Situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Pati dengan luas lahan sekitar 2 hektare.

Dalam rangka mempersiapkan diri untuk pengajuan bantuan pembangunan museum ke Pemerintah Pusat nantinya, Disbudpar Kudus kembali menyusun Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja detail untuk ketiga kalinya.

Hal itu, lanjut dia, untuk disesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk DED yang tengah disusun juga khusus untuk pembangunan museum, bukan seperti sebelumnya menyangkut kawasan situs patiayam.

"Untuk saat ini, sudah memasuki tahap paparan sehingga ketika selesai dan sudah bisa membeli lahan bisa mempersiapkan diri untuk pengajuan ke pusat," ujarnya.

Keberadaan Museum Patiayam yang ada sekarang, menyewa lahan milik pemerintah desa setempat dengan biaya sewa yang setiap dua tahun sering kali mengalami kenaikan.

Luas bangunan museum yang ada sekarang juga kurang representatif karena hanya bisa menampilkan koleksi museum dengan jumlah yang sangat minim, sedangkan koleksi fosil purba yang dimiliki cukup banyak.

Berdasarkan data dari Museum Patiayam, jumlah fosil yang ditemukan di Situs Patiayam mencapai ribuan fosil yang mayoritas merupakan hasil temuan warga. Adapun koleksi fosil yang berhasil ditemukan di kawasan Situs Patiayam, yakni Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak).

Ditemukan pula Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya) serta kapak genggam atau chopper. 

Baca juga: Ruang pamer koleksi Museum Patiayam Kudus bakal ditata ulang
Baca juga: Fosil Purba Museum Patiayam ikut pameran Museum Ronggowarsito
Baca juga: Koleksi fosil di Museum Patiayam Kudus bertambah

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar