BUMN diminta tingkatkan tata kelola yang baik untuk cegah korupsi

BUMN diminta tingkatkan tata kelola yang baik untuk cegah korupsi

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga memberikan keterangan di Jakarta, Senin (9/12/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Kita minta GCG berjalan dengan baik, itu untuk menghambat korupsi di BUMN
Jakarta (ANTARA) - Staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga meminta BUMN untuk meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) karena dapat mencegah korupsi.

"Kita minta GCG berjalan dengan baik, itu untuk menghambat korupsi di BUMN," ujar Arya Sinulingga di Jakarta, Senin.

Dalam rangka memastikan penerapan GCG di BUMN, lanjut dia, secara bertahap pihaknya akan mengganti jajaran komisaris maupun direksi yang dinilai kurang mumpuni.

"Kalau komisaris dan direksi diperkuat maka GCG akan lebih baik. Penguatan itu sangat penting, jadi jangan heran bila dalam beberapa terakhir ini ada pergantian jabatan di BUMN," katanya.

Terbaru, Arya mengemukakan Kementerian BUMN telah menunjuk Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri. Penunjukan itu telah diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini (Senin, 9/12).

"Kita tahu Pak Chatib Basri cukup kompeten di bidang keuangan dan bagus dalam penerapan GCG. Hal inilah yang dilakukan untuk penguatan BUMN sehingga ke depan menjadi lebih baik," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Arya menyampaikan pihaknya juga telah memilih beberapa figur yang dinilai mampu mendorong kinerja BUMN, di antaranya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Chandra Hamzah sebagai Komisaris BTN.

Selain komisaris, Kementerian BUMN juga melakukan perombakan jajaran direksi BUMN, Pahala N Mansury ditunjuk sebagai Direktur Utama BTN. Kementerian BUMN juga mengangkat Orias Petrus Moedak menjadi Dirut PT Inalum (Persero), dan mengangkat Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama.

Terbaru, Arya mengungkapkan, Erick Thohir menunjuk Rudiantara sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).

"Sesuai TPA (Tim Penilai Akhir), sudah diputuskan tinggal menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Ada tiga kandidat diusulkan, Rudiantara yang terpilih," ujar Arya Sinulingga.

Baca juga: Rudiantara, mantan Menkominfo yang "pulang kampung" urus PLN

Selain itu, lanjut dia, Kementerian BUMN juga telah mengantongi nama mantan Wakil Menteri yang rencananya juga bakal menempati salah satu BUMN.

"Ada, ada. (mantan) Wamen yang akan direkrut," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir akan restrukturisasi BUMN rugi




 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengadaan mobil listrik jadi tantangan besar Kementerian BUMN

Komentar