Curah hujan meningkat, warga Sigi diminta tetap waspadai banjir

Curah hujan meningkat, warga Sigi diminta tetap waspadai banjir

Warga korban banjir berada dipengungsian. mereka di Desa Poi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (9/12/2019). (FOTO ANTARA/Mohamad Hamzah

Bencana banjir yang terjadi di Desa Poi Kecamatan Dolo Selatan pada hari Minggu (8/12) bukti bahwa curah hujan yang tinggi menimbulkan bencana alam
Sigi, Sulteng (ANTARA) - Bupati Sigi, Sulawesi Tengah Mohammad Irwan Lapata mengimbau warga di daerahnya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir saat intensitas curah hujan meningkat.

"Bencana banjir yang terjadi di Desa Poi Kecamatan Dolo Selatan pada hari Minggu (8/12) bukti bahwa curah hujan yang tinggi menimbulkan bencana alam," katanya di Sigi,Selasa.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar wilayah di Kabupaten Sigi memiliki banyak sungai kecil dan besar sehingga perlu diwaspadai.

Masyarakat yang selama ini bermukim di dekat daerah aliran sungai di sejumlah wilayah di Sigi, termasuk Kecamatan Dolo Selatan rawan bencana alam banjir.

Banjir lumpur kembali memorak-porandakan puluhan rumah di Desa Poi.

"Tapi kita bersyukur banjir itu tidak menelan satupun korban jiwa, kecuali kerugian matere bagi masyarakat karena rumah mereka bersama dengan isi rumah terendam lumpur akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari Minggu," katanya.

Mengingat banyak permukiman penduduk yang dekat dengan daerah aliran sungai, maka sebagai pemimpin daerah, ia senantiasa memberikan imbau an dan peringatan bagi masyarakat agar terhindar dari bencana alam banjir dan tanah longsor.

Bupati juga mengatakan telah memerintahkan satgas PUPR bersama dengan BPBD Kabupaten Sigi untuk secepatnya melakukan upaya pembersihan lumpur yang menutupi badan jalan dan juga permukiman penduduk.

Dia juga meminta semua pihak terkait untuk memberikan perhatian dan penanganan cepat bagi warga terdampak bencana alam banjir di Desa Poi.

Akibat banjir tersebut ada beberapa warga yang terpaksa menungsi dan sampai sekarang ini masih berada di lokasi pengungsian. "Ya mereka semuakan butuh makan dan sebagainya," kata dia.

Karena itu, kata dia, penanganan pengungsi harus dilakukan secepatnya, termasuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang mulai terserang berbagai penyakit yang selalu muncul pada pada saat pascabanjir.

Bencana alam banjir terbesar pernah melanda sejumlah desa di Kabupaten Sigi pada bulan Mei 2019 yang mengakibatkan ribuan rumah terkubur lumpur di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan dan Tuva di Kecamatan Gumbasa.

Bahkan jalan provinsi yang menghubungan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dengan empat kecamatan di Kabupaten Sigi yakni Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro dan Lindu sempat terputus total selama hampir dua pekan akibat badan jalan dihantam banjir bandang yang banyak membawah berbagai potongan kayu tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir ini, wilayah Sigi diguyur hujan deras di hulu sungai sehingga debit air Sungai Palu meningkat dan juga airnya keruh.

 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Katingan usul pembangunan polsek di setiap kecamatan

Komentar