Pertamina EP Rantau Field raih Penghargaan Padmamitra Pemprov Aceh

Pertamina EP Rantau Field raih Penghargaan Padmamitra Pemprov Aceh

Pertamina EP Rantau Field Manager Totok Parafianto (kiri) menerima Padmamitra Award dari Pemprov Aceh di Hotel Hermes, Sabtu (7/12/2019). ANTARA/HO-Pertamina EP.

CSR perusahaan harus bersifat pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat tidak bergantung pada perusahaan terus menerus. Masyarakat di sekitar perusahaan harus mampu mandiri
Jakarta (ANTARA) - Program Pemberdayaan Masyarakat PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field mendapatkan Penghargaan Padmamitra dari Pemerintah Provinsi Aceh.

Rantau Field Manager Totok Parafianto mengatakan bahwa Pertamina EP Rantau Field tetap berkomitmen untuk melanjutkan program CSR di lingkungan perusahaan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

"Kami akan bersinergi dengan pemerintah baik di kabupaten maupun di provinsi," ujar Totok dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dengan tema Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Penghargaan Padmamitra diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Aceh diwakili oleh Dinas Sosial Aceh untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan di Provinsi Aceh yang telah berkomitmen dan menjalankan pembangunan kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar perusahaan.

Baca juga: Perintis Sekolah Tapal Batas binaan Pertamina EP raih penghargaan

Penyampaian penghargaan yang digelar di Hotel Hermes, Sabtu (7/12), penghargaan diterima langsung oleh Rantau Field Manager Totok Parafianto.

Dinas Sosial Aceh telah menyeleksi 27 perusahaan yang telah menjalankan program CSR dan terpilih 13 perusahaan yang telah menjalankan CSR dengan tujuan untuk kesejahteraan sosial di daerah masing masing.

Assisten II Provinsi Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan perusahaan harus melaksanakan CSR sesuai dengan aturan perundang-undangan namun CSR itu harus dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan.

“Tidak hanya bersifat Do Look Good, CSR perusahaan harus bersifat pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat tidak bergantung pada perusahaan terus menerus. Masyarakat di sekitar perusahaan harus mampu mandiri,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina EP raih penghargaan keselamatan kerja migas

Amru Mahali mewakili Forum CSR Nasional menyampaikan bahwa agar CSR dapat berhasil maka butuh komitmen dari manajemen puncak untuk melakukan program CSR, sumber daya manusia yang fokus untuk kegiatan CSR, dan keuangan memadai untuk melaksanakan program CSR.

“Dengan adanya program CSR yang berkelanjutan maka dapat mendukung perkembangan daerah di mana perusahaan beroperasi,” ujarnya.

Rantau Field merupakan salah satu lapangan di bawah pengawasan Asset 1. Saat ini Rantau Field menghasilkan produksi minyak sebesar 3.034 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 3.7 MMSCFD.

Baca juga: Pertamina EP raih penghargaan keselamatan kerja migas

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar