Wartawan ANTARA raih penghargaan karya jurnalistik BATAN

Wartawan ANTARA raih penghargaan karya jurnalistik BATAN

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN Suryantoro (tengah) bersama para pemenang Anugerah Jurnalistik 61 BATAN di Kompleks Puspiptek Serpong, Selasa (10/12/2019). ANTARA/Dok. BATAN/am.

Jakarta (ANTARA) - Wartawan Lembaga Kantor Beritan Nasional (LKBN) Antara, Martha Herlinawati Simanjuntak, meraih penghargaan karya tulis jurnalistik yang diselenggarakan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Artikel berita yang ditulis oleh Martha berjudul "Batan berhasil ciptakan teknologi anti deteksi radar" yang tayang pada 29 Maret 2019 di Antaranews.com. Berita tersebut berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori media online dalam Anugerah Jurnalistik 61 BATAN.

Selain ANTARA, penghargaan dalam kategori online juga dimenangkan oleh Muhammad Syaifullah dari Tempo untuk juara kedua dan Hilmi Setiawan dari Jawa Pos untuk peringkat ketiga.

Baca juga: LKBN ANTARA raih penghargaan Media Menginspirasi KPPPA

Dalam kategori harian dimenangkan oleh Laraswati Ariadne Anwardari dari Kompas untuk peringkat pertama, wartawati Suara Pembaruan yang bernama Ari Supriyanti Rikin untuk juara kedua dan Sofyan Badrie dari majalah Portonews di peringkat ketiga.

Penghargaan yang diselenggarakan dalam rangka hari jadi BATAN itu, yang jatuh pada 5 Desember, diserahkan dalam acara Internalisasi Renstra BATAN 2020-2024 oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN Suryantoro yang mewakili Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan.

Di acara itu BATAN juga menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan beberapa perusahaan dan lembaga negara seperti Institut Teknologi Bandung, PT Kimia Farma dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

BATAN dan BSSN bekerjasama untuk tanda tangan elektronik yang digunakan untuk mempercepat urusan birokrasi dan administrasi yang rencananya akan dimulai tahun depan.

Namun, menurut Kepala BATAN Anhar Riza,  Selasa nota kesepahaman antara kedua lembaga itu akan mencakup hal yang lebih luas termasuk untuk kemungkinan pengamanan siber karena BATAN memiliki reaktor-reaktor nuklir yang masuk dalam objek penting negara.

"Kita akan kerja sama karena kita menggunakan internet dan permasalahan bagaimana keamanan sibernya itu sudah saya perbincangkan dengan Kepala BSSN. Mereka akan membantu kita untuk memeriksa semua keamanan siber kita. Karena nanti akan masuk proses digital untuk sebanyak mungkin proses bisnis kita," ujar Anhar Riza.

Baca juga: Lima pewarta foto ANTARA raih Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2019

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BATAN serahkan kasus kepemilikan radioaktif ilegal ke Kepolisian

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar