MRT Jakarta berkomitmen seluruh pelanggannya dapat layanan setara

MRT Jakarta berkomitmen seluruh pelanggannya dapat layanan setara

Salah satu penumpang tuna netra berjalan melalui guiding block di Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/ Livia Kristianti)

Kami memang mendukung sekali konsep pelayanan publik yang berkeadilan
Jakarta (ANTARA) - PT. MRT Jakarta berkomitmen layanannya  semakin meningkat dan dapat digunakan oleh seluruh pelanggan terutama bagi penumpang prioritas seperti penyandang disabilitas, wanita, anak- anak dan orang tua lanjut usia.

"Kami memang mendukung sekali konsep pelayanan publik yang berkeadilan dengan semaksimal mungkin, contohnya seperti menyediakan fasilitas untuk penumpang prioritas seperti penyandang disabilitas dan wanita," kata Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam konferensi pers merayakan hari HAM internasional dengan tema 'Semua Orang Dilahirkan Merdeka, Setara dan Mempunyai Hak yang Sama' di Stasiun MRT Bundaran HI, Selasa.

Komitmen MRT Jakarta untuk memberikan layanan setara bagi para pelanggannya itu diapresiasi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Indonesia.

Dalam pemaparannya William mencontohkan desain MRT Jakarta yang ramah bagi penyandang disabilitas tidak lepas dari campur tangan komunitas terkait.

Baca juga: Anies: Joint venture kereta api merupakan impian yang jadi kenyataan

"Kenapa gerbong untuk penyandang disabilitas ada di gerbong 3 atau 4? Karena kita sudah konsultasi dengan komunitas penyandang disabilitas, itu disesuaikan dengan lift prioritas," kata William.

Lebih lanjut ia menambahkan,"Karena kalau terjadi situasi darurat juga, misalnya seperti kebakaran. Teman- teman penyandang disabilitas dapat dengan cepat dievakuasi dengan posisi gerbong itu," kata William.

Tidak hanya fasilitas bagi pelanggan, MRT Jakarta juga memaksimalkan ruang komersial untuk menampilkan informasi- informasi kepada masyarakat sebagai ruang kampanye sosial.

"Kita punya platform display, dalam sehari penumpang MRT sudah ada 100.000. Jadi artinya setiap hari bisa ada 100.000 orang yang melihat kampanye sosial itu. Apalagi kalau karyanya terkait tema kesetaraan dan HAM. Jadi semakin banyak orang juga yang tau informasi itu," kata William.

Baca juga: MRT Jakarta belajar dari Tunnelbana Stockholm
Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar (ketiga dari kiri) dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah) usai konferensi pers Peringatan Hari HAM sedunia di Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/ Livia Kristianti)

Atas inisiatifnya menyediakan layanan yang setara bagi para pelanggannya, Komnas HAM mengapresiasi PT MRT Jakarta

Tidak hanya itu Komnas ham juga menggandeng penyedia layanan transportasi massal itu serta Yayasan Umar Kayam untuk menghadirkan karya seni di ruang iklan MRT bertema Hak Asasi Manusia dan kesetaraan yang akan dipasang dalam waktu dekat.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bangun MRT fase II, Dubes Jepang yakin kemacetan Jakarta akan teratasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar