Anti Hoax

Fatayat NU minta beras ke Gereja Kristen Indonesia, ini penjelasannya

Fatayat NU minta beras ke Gereja Kristen Indonesia, ini penjelasannya

Ilustrasi - Anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) mengikuti apel pengamanan Natal & Tahun Baru. (Foto Antara)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Surat permohonan bantuan beras mengatasnamakan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdatul Ulama Kabupaten Bandung Barat dan ditujukan kepada pimpinan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dimuat di media sosial Facebook, sejak Minggu (8/12).

Fatayat Nahdatul Ulama (NU), dalam surat yang dikeluarkan pada 26 November 2017 itu, diklaim akan mengadakan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung Barat di Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Bandung, pada 20 Desember 2017.

Lembaran dengan nomor surat 07/C/PCF.NU/XI/2017 tersebut turut menginformasikan acara pelantikan juga akan disertai kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba dan akan dihadiri 250 orang peserta.

Selain memuat logo, surat tersebut turut mencantumkan tanda tangan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat, yakni Iis Masruroh sebagai ketua, serta Heni Husaeniah sebagai sekretaris.

Bukan hanya mengunggah surat permintaan bantuan beras, pemilik akun Facebook itu, pada tanggal yang sama, juga menyertakan sebuah tangkapan layar yang menampilkan empat orang pria berpakaian seragam Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser), tengah berjaga di depan pintu gereja.

Cek fakta: Fatayat: Hoaks menyebabkan pemilu 'mahal'

Penjelasan:
Hasil penelurusan ANTARA menunjukkan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdatul Ulama Kabupaten Bandung Barat sebenarnya telah menanggapi peredaran surat permintaan bantuan beras pada GKI itu sejak 2 Desember 2017.

Surat pernyataan nomor 11/C/PCFNU/SP/XII/2017 dikeluarkan untuk klarifikasi kabar tersebut. Surat itu menyatakan Fatayat NU Bandung Barat tidak pernah membuat dan mengeluarkan surat permintaan bantaun beras dan menyatakan informasi dalam lembaran itu sebagai hoaks.

Dari fakta itu diketahui unggahan yang dibagikan pengguna Facebook pada awal Desember 2019 merupakan kabar bohong yang sudah pernah beredar pada 2017. Walaupun sudah diklarifikasi, hoaks tersebut muncul kembali. 

Berbeda dengan kiriman informasi bohong pada 2017. Unggahan surat itu disebarkan kembali dengan gambar tangkapan layar yang seolah memperkuat narasi hoaks tentang permintaan bantuan beras pada GKI.

Padahal, gambar tersebut diketahui merupakan tangkapan layar dari kanal Youtube sebuah media nasional dengan judul berita "Puluhan Banser NU Turut Menjaga Keamanan Perayaan Natal" dan dirilis pada 25 Desember 2016.

Klaim: Surat permohonan bantuan beras oleh Fatayat NU Bandung Barat kepada Gereja Kristen Indonesia
Rating: Salah/Disinformasi

Cek fakta: Hoaks, STIKOM Bali terpapar ISIS
 
Tangkapan layar hoaks soal Fatayat NU dan Banser (Facebook.com)

 

Pewarta: Tim JACX dan Kominfo
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko Maritim: saya tak pernah bilang Dwifungsi ABRI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar