PBB apresiasi Gojek terkait jaminan keamanan perempuan

PBB apresiasi Gojek terkait jaminan keamanan perempuan

Representative UN Women untuk ASEAN, Jamshed Kazi, menyerahkan cinderamata kepada Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, saat menjadi pembicara pada diskusi Publik 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan di M Bloc Space, Melawai, Jakarta, Selasa (10/12/2019) (ANTARA/Istimewa)

Karena prinsip zero (nol) toleransi terhadap pelecehan adalah prinsip yang harus dipegang oleh semua pemain di industri
Jakarta (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus menangani isu perempuan (UN Women) mengapresiasi inisiatif Gojek, khususnya dalam upaya menciptakan ruang publik yang aman bagi kaum perempuan.

Dalam peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, Jamshed Kazi, Representatif UN Women untuk ASEAN, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, menyebutkan langkah proaktif Gojek yang menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

”Saya bangga Gojek sebagai ikon Indonesia telah proaktif menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual. Karena prinsip zero (nol) toleransi terhadap pelecehan adalah prinsip yang harus dipegang oleh semua pemain di industri,” ungkapnya.

Baca juga: PBB pastikan belum ada negara di dunia capai kesetaraan gender

Berbicara pada diskusi Publik 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di M Bloc Space, Melawai, Jakarta, Jamshed mengatakan, apabila diberikan rasa aman di ruang publik maka perempuan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik.

"Data global menyebutkan bahwa apabila tersedia ruang publik yang aman maka wanita bisa berpartisipasi penuh pada roda ekonomi bahkan berkontribusi sebesar USD26 triliun. Itu sebesar perekonomian China,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap semua pihak memberi ruang aman yang lebih luas bagi perempuan maka statistik perekonomian akan meningkat.

”Itu berlaku umum. Dan Gojek sudah mengedepankan keamanan perempuan bukan saja karena faktor keamanan tapi juga berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan,” terusnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Residen PBB untuk Republik Indonesia, Anita Nirody, yang memuji para pihak terutama pihak swasta (private sektor) yang sudah sukarela mewujudkan kepeduliannya.

“Mereka yang secara sukarela telah membangun sistem dan penanganan anti kekerasan seksual sehingga membantu perempuan bisa berpartisipasi penuh dalam perekonomian urban,” ungkapnya.

Baca juga: PBB: kampanye 16 hari lawan kekerasan gender tuai keberhasilan

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, mengatakan yang melatarbelakangi inisiatif Gojek dalam upaya menciptakan keamanan bagi perempuan di ruang publik adalah karena bagi Gojek, keamanan merupakan hak semua orang.

Hal tersebut juga sejalan dengan visi Gojek untuk membawa dampak sosial (social impact) yang luas. ”Perempuan mencari nafkah bersama kami dan pengguna perempuan mengandalkan layanan kami untuk hidup yang lebih produktif,” ungkap Vita.

Sebagai pionir edukasi anti kekerasan seksual di industri "ride-hailing", kata Vita, pihaknya bangga karena sejauh ini modul edukasi Gojek mengenai anti kekerasan seksual sudah mengandung kompenen intervensi saksi.

Sejalan dengan hasil penelitian, intervensi saksi merupakan hal penting yang perlu dibangun.

”Di Gojek, solusi keamanan dibuat secara menyeluruh terdiri dari tiga pilar; cegah, lindungi, tangani. Penitikberatan pada pencegahan terus kami lakukan supaya terwujud budaya aman bagi semua yang berada dalam ekosistem layanan,” kata Vita.

Penelitian Pulse Lab Jakarta dengan UN Women itu sendiri diberi judul “Setelah Gelap: Menciptakan Transit yang Aman untuk Perempuan yang Bepergian di Malam Hari”. Riset tersebut bertujuan untuk memahami keamanan dan mobilitas perempuan di wilayah perkotaan, di luar wilayah Jakarta, dan sekitarnya.

Penelitian lapangan dilaksanakan di Medan, Semarang, dan Surabaya. Penelitian dimaksud melengkapi Audit Keamanan yang dilakukan oleh UN Women di Jakarta pada tahun 2017.

Audit Keamanan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang memengaruhi keamanan perempuan di ruang publik.

Penelitian “Setelah Gelap” berfokus pada pengalaman individu perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang lebih rendah, terutama mereka yang bekerja sif malam di sektor informal.


Baca juga: Jelang sidang genosida, Rohingya berdoa dapatkan keadilan
 

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub akan mengkaji tuntutan pengemudi ojek daring

Komentar