Hindari bentrok, Ethiopia kerahkan polisi ke seluruh universitas

Hindari bentrok, Ethiopia kerahkan polisi ke seluruh universitas

Peta sengketa wilayah perbatasan Ethiopia dan Eritrea pada 1998. (Wikimedia Commons)

Addis Ababa (ANTARA) - Polisi federal Ethiopia dikerahkan ke kampus di seluruh wilayah pada Selasa, menurut pemerintah, saat otoritas berupaya meredakan ketegangan etnis yang merenggut tujuh nyawa mahasiswa dalam tiga bulan belakangan.

Sejak dilantik pada 2018, Perdana Menteri Abiy Ahmed menerapkan reformasi politik besar-besaran yang menuai banyak pujian terhadapnya, sekaligus mengungkit konflik lama antara kelompok etnis Ethiopia.

Pada Oktober sebanyak 86 orang tewas dan 409 orang lainnya ditahan selama aksi protes menentang perlakuan terhadap seorang pegiat terkemuka.

"Kami memutuskan untuk menerjunkan polisi federal ke semua 45 universitas di seluruh Ethiopia sebab situasi keamanan tak mampu diatasi oleh keamanan kampus, yang beberapa di antaranya terlibat bentrokan kekerasan", ujar juru bicara Kementerian Pendidikan dan Pengetahuan, Dechassa Gurmu.

Menurutnya, lima penjaga keamanan kampus ditahan pada Selasa lantaran terlibat bentrok dengan mahasiswa.

Dechassa menuturkan dirinya tidak tahu berapa banyak polisi yang akan dikerahkan atau berapa lama mereka disiagakan.

Pada Selasa Abiy menerima Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perjanjian damai yang mengakhiri permusuhan selama dua dekade dengan Eritrea.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aktivis Ethiopia minta semua pihak tenang setelah 16 orang tewas
Baca juga: PM Ethiopia Abiy Ahmed terima Penghargaan Nobel Perdamaian 2019

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar