Korupsi besar belum terjamah, Jokowi minta Mahfud ikut kawal berantas

Korupsi besar belum terjamah, Jokowi minta Mahfud ikut kawal berantas

Menko Polhukam Mahdud MD usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019). ANTARA/Agus Salim/aa.

Saya diminta ikut mengawal pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta Menko Polhukam Mahfud MD ikut mengawal pemberantasan korupsi mengingat banyak kasus korupsi besar yang sama sekali belum terjamah.

"Saya diminta ikut mengawal pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh," kata Mahfud MD usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan, Presiden Jokowi memberi penekanan pada upaya pemberantasan korupsi di berbagai sektor.

Baca juga: Menko Polhukam buka kemungkinan Dewas KPK dipilih Tim Seleksi

"Supaya lebih efektif ke depannya, karena banyak sekali yang besar-besar belum terjamah," ucapnye menegaskan.

Ia menyebutkan tidak ada hal yang luar biasa yang dibahas bersama Presiden Jokowi pada Rabu ini.

"Laporan rutin kegiatan Menko Polhukam saja, progresnya gimana. cuma gitu aja, enggak ada yang spesifik, enggak ada yang biasa," tuturnya.

Baca juga: Pukat UGM harap Jokowi-Ma'ruf komitmen berantas korupsi

Ia mengaku melaporkan berbagai hal dan rencana yang dilakukan kementerian yang dipimpinnya seperti perkembangan RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Tim Saber Pungli, Bakamla.

"Banyaklah laporan-laporan, tapi tidak ada yang luar biasa, ini laporan rutin," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Baca juga: KSP tegaskan Presiden Jokowi tetap komitmen berantas korupsi

Baca juga: Antam: 17 tahun KPK berdiri tidak berhasil berantas korupsi

Pewarta: Agus Salim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden bantah UU baru lemahkan KPK

Komentar