Stafsus Presiden kritik pencapaian pembangunan berkelanjutan Papua

Stafsus Presiden kritik pencapaian pembangunan berkelanjutan Papua

Staf khusus milenial Presiden RI yang berasal dari Papua, Billy Mambrasar, saat hadir sekaligus membuka acara Konsultasi Publik: Rencana Aksi Daerah (RAD) Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Papua di Hotel Fame, Jayapura, Rabu (11/12/2019). (Biro pers Setpres RI)

17 tujuan pembangunan berkelanjutan dapat secara efektif tercapai, apabila manusia sebagai aktor utama telah mumpuni mendorong pembangunan tersebut
Jakarta (ANTARA) - Staf khusus milenial Presiden RI yang berasal dari Papua, Billy Mambrasar, memberikan kritik terkait pencapaian Pembangunan Berkelanjutan di Papua.

Menurut Billy, yang harus menjadi perhatian utama pembangunan berkelanjutan Provinsi Papua dan Papua Barat adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia.

"17 tujuan pembangunan berkelanjutan dapat secara efektif tercapai, apabila manusia sebagai aktor utama telah mumpuni mendorong pembangunan tersebut," ujar Pendiri Yayasan Kitong Bisa ini seperti dalam keterangan tertulisnya, diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Stafsus Presiden puji kampus hijau Universitas Teuku Umar Meulaboh

Hal ini diungkapkan Billy saat hadir sekaligus membuka acara "Konsultasi Publik: Rencana Aksi Daerah (RAD) Sustainable Development Goals (SDGs)" yang diselenggarakan pemerintah provinsi Papua Rabu ini bertempat di Hotel Fame, Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Billy mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi Papua untuk mengadopsi serta mengimplementasikan SDGs dalam semua pelaksanaan program kerja di semua sektor guna menopang pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Yohanis Walilo, Staf Ahli Gubernur R. Rumbiak dan perwakilan dari kesektariatan SDGs Pusat.

Billy menaruh fokus pada poin ke-4 dari 17 tujuan SDGs yakni: Memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

"Pembangunan di Tanah Papua, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan mitra pembangunan lainnya. Saya mengucapkan terimakasih untuk semua mitra pembangunan yang hadir hari ini dan yang telah ikut membangun Tanah Papua," tutur Billy.

Baca juga: Stafsus Presiden: Digitalisasi solusi aksesibilitas Indonesia timur

Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi untuk pencapaian SDGs yang dilakukan oleh semua pemangku kepentingan baik pemerintah Provinsi/Kabupaten-Kota, LSM, Perusahaan Swasta hingga komponen pemuda, akan membantu menghindari ketergantungan pembangunan pada dana dari pemerintah pusat saja.

"Apabila ini dapat terjadi dengan baik, Papua dapat menjadi contoh pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam bentuk sinergitas positif," ucap pria kelahiran Yapen, Papua ini.

Selain itu, penting untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pemuda dan pemudi Papua untuk terlibat aktif dalam pembangunan tersebut.

"Jangan hanya pelaporan dalam bentuk angka dan kertas saja, implementasi SDGs harus mampu menyasar hingga ke seluruh masyarakat Papua secara nyata, termasuk masyarakat kita yang tinggal di daerah pedalaman," ujar Billy.

Dalam kunjungan kerja kali ini ke Jayapura, Papua, Billy Mambrasar juga akan mengunjungi Yayasan Syalom, yang memberikan layanan pendidikan gratis untuk anak-anak suku Koroway di Wilayah Arso, serta berdiskusi terkait kewirausahaan bersama 100 pengusaha muda Papua asli di Hotel Aston Jayapura.

Baca juga: Stafsus Billy Mambrasar tetap akan gunakan medsos untuk bekerja

Baca juga: Stafsus : Generasi muda Indonesia terus didorong kembangkan UMKM

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Billy Mambrasar sarankan Nadiem perhatikan guru honorer

Komentar