Menperin sebut industri 4.0 dongkrak daya saing IKM

Menperin sebut industri 4.0 dongkrak daya saing IKM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2019). ANTARA/Chairul Rahman.

salah satu sektor yang kami dorong untuk penggunaan teknologi 4.0 ini adalah IKM
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 mampu mendongkrak daya saing industri kecil menengah (IKM) termasuk industri aneka di bawah binaan Kementerian Perindustrian.

"Maka, salah satu sektor yang kami dorong untuk penggunaan teknologi 4.0 ini adalah IKM karena dengan alasan-alasan yang sudah saya sampaikan tadi, yakni karena IKM penting," kata Menperin di Jakarta, Rabu.

Agus menyampaikan dalam sejarah baik di Indonesia maupun negara lain, ketika sebuah negara sedang menghadapi gejolak atau masalah yang kompleks, khususnya krisis ekonomi, IKM kerap menjadi penyelamat perekonomian bangsa.

Baca juga: Dukung industri kecil, Kemenperin gelar Semarak Festival IKMA 2019

Melalui industri 4.0, lanjut Menperin, sektor IKM dan aneka akan memiliki nilai tambah sebesar 10 persen jika dimanfaatkan dengan baik.

Diketahui, Kemenperin mendorong pelaku IKM melakukan transformasi digital, sehingga kontribusi sektor industri terhadap PDB nasional bakal meningkat.

Dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, katanya, telah disebutkan salah satu langkah aksi untuk sektor IKM adalah pemberdayaan melalui teknologi.

Oleh karena itu, pelaku IKM diharapkan mau membuka diri dan berkolaborasi untuk memulai proses transformasi digital dengan bantuan startup sebagai technology provider atau problem solver.

Baca juga: Ini tujuh isu versi Menperin agar industri terbang tinggi

Transformasi digital menjadi sorotan utama karena jumlah IKM di Indonesia berjumlah lebih dari 4,4 juta unit usaha berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah tersebut setara dengan 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Indonesia.

Kemenperin pun mendorong agar para IKM bisa bekerja sama dengan startup dalam menerapkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi IKM untuk dimanfaatkan di lini manajerial, produksi, maupun pemasaran.

Berdasarkan laporan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Mikti) dalam Mapping & Database Startup Indonesia 2018, jumlah startup di Indonesia pada tahun lalu mencapai 992 startup.

Baca juga: Menperin fokus pacu pengembangan IKM
Baca juga: Menperin harap pelaku IKM di daerah bencana segera bangkit lagi


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin targetkan enam ribu IKM kuasai e-smart

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar