"Cinta Luar Biasa", penelusuran terpopuler Google Indonesia 2019

"Cinta Luar Biasa", penelusuran terpopuler Google Indonesia 2019

Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami memaparkan topik-topik terpopuler melalui "Google Year In Search Indonesia 2019" di Jakarta, Rabu, (11/12/2019). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Lagu dari solois Andmesh Kamaleng, "Cinta Luar Biasa" secara resmi menduduki posisi pertama dalam penelusuran terpopuler di mesin pencari Google Indonesia sepanjang tahun 2019, melalui "Year In Search".

Tembang yang mendapatkan lebih dari 180 juta tampilan di YouTube itu mengalahkan beberapa topik dan tokoh viral lainnya seperti Pilpres 2019, KKN Desa Penari, hingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.

"Year in Search bukan cuma membaca data dari penelusuran orang Indonesia, tapi juga apa yang sedang dipikirkan orang Indonesia di tahun 2019," kata Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami di Jakarta, Rabu.

"Banyak yang bisa kita simpulkan mulai dari politik, musik, hingga gaya hidup," ujarnya melanjutkan.

Menyusul lagu Andmesh, topik Pilpres 2019 menduduki posisi kedua dari Year In Search kali ini menyusul tahun politik dan pemilihan umum serentak bagi eksekutif dan legislatif.

Sementara di posisi ketiga, film garapan sutradara Gina S Noer "Dua Garis Biru" juga mendapatkan sorotan. Selain itu, film Gina lainnya, "Keluarga Cemara" juga mendapatkan tempat di posisi delapan.

Kata kunci "Hidup Sehat" juga cukup banyak dicari oleh warganet Indonesia. Istilah "Bucin" alias budak cinta yang dipopulerkan konten kreator YouTube SkinnyIndonesian24 berada di posisi kelima.

Sementara untuk posisi keenam hingga sepuluh, diduduki oleh topik-topik berikut ini. Mulai dari "KKN Desa Penari", Telur Gulung, "Keluarga Cemara", Nadiem Makarim, dan RUU KUHP.

Baca juga: Usung kepraktisan, ini hal yang baru dan seru di Google Assistant

Baca juga: Tiga fitur terbaru Google Maps, apa saja?

Baca juga: Mendikbud minta Google prioritaskan Indonesia untuk digitalisasi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokoh pers dan pendidikan Sumatera Utara dijadikan Google Doodle

Komentar