Global Blockchain Shanghai: Teknologi "blockchain" tidak dapat diretas

Global Blockchain Shanghai: Teknologi "blockchain" tidak dapat diretas

Co-Founder Global Blockchain Shanghai, Sam Lee dalam diskusi bertema "Let’s Talk Blockchain” di Jakarta, Rabu (11/12/2019). ANTARA/ Zubi Mahrofi/pri.

..catatan transaksi blockchain bukan hanya satu server saja, namun seluruh pemegang akun pada sistem blockchain memiliki catatan yang sama.
Jakarta (ANTARA) - Co-Founder Global Blockchain Shanghai, Sam Lee menyampaikan bahwa teknologi blockchain tidak dapat diretas sehingga penerapannya baik untuk berbagai sektor, salah satunya perbankan.

"Penerapannya bisa untuk memudahkan transaksi di perbankan bagi nasabah. Data dalam teknologi blockchain juga tidak bisa diretas," ujar Sam Lee dalam diskusi bertema "Let’s Talk Blockchain” di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan blockchain tidak dapat diretas karena memiliki sistem yang terdesentralisasi dan terdistribusi pada semua komputer pengguna yang terkoneksi jaringan.

"Karena catatan transaksi blockchain bukan hanya satu server saja, namun seluruh pemegang akun pada sistem blockchain memiliki catatan yang sama. Blockchain termasuk fondasi teknologi yang memungkinkan perkembangan sektor keuangan," katanya.

Secara sederhananya, ia memaparkan, blockchain merupakan rekaman buku besar yang terdesentralisasi, memeriksa dan memverifikasi setiap proses penarikan, pembayaran, dan perdagangan.

"Teknologi itu juga dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan transaksional, mengurangi biaya dan bahkan dapat mempercepat aktivitas," katanya.
Baca juga: "Blockchain" dinilai tingkatkan transparansi dalam sistem pencatatan

Ia menambahkan, teknologi blockchain juga membawa tingkat transparansi baru dalam ekosistem bisnis yang saat ini cukup diminati oleh konsumen.

Kendati demikian, lanjut dia, regulator bersama dengan pemangku kepentingan harus menyiapkan aturan teknologi blockchain, sehingga dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan teknologi blockchain dinilai dapat membawa tingkat transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pencatatan menjadi lebih baik dan cepat.

"Dari segi pemanfaatan blockchain memiliki akuntabilitas yang bagus, teknologi blockchain membuat transparan. Katakanlah interaksinya banyak, tapi semuanya tercatat baik. Cukup teruji dibanding sistem manual, " ujarnya.
Baca juga: Penerapan teknologi 'blockchain' dinilai dapat dukung SDGs negara

Di Indonesia, lanjut dia, saat ini teknologi blockchain dapat dikembangkan pada sektor keuangan dan pasar modal karena dapat memberikan transparansi. Australia dan China sudah menerapkan teknologi blockchain di sektor itu.

"Teknologi blockchain sudah banyak digunakan di luar negeri. Diharapkan best practice dari blockchain membangun ekosistem yang baik, mulai dari provider, pengguna, stakeholder, regulator, dan para pengambil kebijakan yang memanfaatkan blockchain," katanya.

Kendati demikian, diperlukan penilaian secara mendalam terkait aspek kehati-hatian dan aspek pencapaian potensi dari teknologi blockchain bagi Indonesia. "Pemerintah akan melihat secara lengkap risiko dan manfaatnya," kata Mahendra.


Baca juga: Penawaran mata uang kripto Telegram di AS dihentikan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BP Batam gunakan “blockchain” dalam tata kelola pemerintahan

Komentar