Wall Street naik setelah Fed pertahankan suku bunga

Wall Street naik setelah Fed pertahankan suku bunga

Pintu masuk samping New York Stock Exchange dan tanda jalan Wall Street ditampilkan di New York City. ANTARA/Shutterstock/pri. (Shutterstock)

Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dan mengisyaratkan tidak ada keinginan untuk kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 29,58 poin atau 0,11 persen, menjadi 27.911,30 poin. Indeks S&P 500 bertambah 9,11 poin atau 0,29 persen, menjadi berakhir di 3.141,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 37,87 poin atau 0,44 persen, menjadi 8.654,05 poin.

Baca juga: Wall Street tergelincir saat batas waktu putaran baru tarif mendekat

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sesuai dengan ekspektasi pasar.

"Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, sehingga pihaknya menilai jalur kisaran target untuk suku bunga dana federal sudah tepat," kata The Fed dalam sebuah pernyataan.

"FOMC membiarkan suku bunga tidak berubah hari ini tanpa perbedaan pendapat. Plot titik tidak menunjukkan perubahan suku bunga tahun depan," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengomentari pernyataan The Fed.

The Fed telah menurunkan suku bunga tiga kali sejak Juli, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, kelemahan dalam pertumbuhan global dan tekanan inflasi yang diredam.

Di sisi ekonomi, indeks harga konsumen (IHK) AS untuk semua konsumen perkotaan naik 0,3 persen pada November, menyusul kenaikan 0,4 persen pada Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan Rabu (11/12/2019).

IHK inti, yang menghapus makanan dan energi, naik 0,2 persen pada November, kenaikan yang sama seperti pada Oktober.

Baca juga: Wall Street jatuh terseret penurunan saham Apple, pasar "wait & see"
Baca juga: Wall Street naik tajam, ditopang optimisme negosiasi dagang AS-China

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar