Organisasi olah raga harus punya sentuhan Iptek

Organisasi olah raga harus punya sentuhan Iptek

Dokumentasi - Timnas U-22 Indonesia merayakan gol ke gawang Brunei Darussalam dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019. Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora Herman Chaniago menegaskan organisasi olahraga nasional tidak bisa lagi menjalankan kegiatan secara konvensional. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras)

Harus ada cetak biru dan strategi dalam pengembangan cabang olahraga di masing-masing organisasi
Jakarta (ANTARA) - Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora Herman Chaniago menegaskan organisasi olahraga nasional tidak bisa lagi menjalankan kegiatan secara konvensional, tapi harus selaras dengan kemajuan dan sentuhan Iptek agar memiliki SDM keolahragaan berkualitas.

"Harus ada cetak biru dan strategi dalam pengembangan cabang olahraga di masing-masing organisasi dalam lima tahun ke depan. Proses pembinaan dan peningkatan prestasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan dalam menghadapi persaingan di masa yang akan datang," kata Herman saat membuka Pelatihan Manajemen Olahraga di Jakarta, Jumat.

Pelatihan sampai esok Sabtu itu diikuti oleh sekitar 100 peserta dari 50 organisasi olah raga di  Indonesia.

Pelatihan dengan narasumber antara lain Prof Dr Hari Amirullah dari Universitas Negeri Yogyakarta itu mencakup bidang Standarisasi Kurikulum dan Akreditasi Kepelatihan, serta Akreditasi Organisasi Olahraga.

Baca juga: Demi genjot prestasi, Kemenpora siapkan "roadmap" sepak bola nasional

Menurut Herman yang juga pengurus olahraga menembak (PB Perbakin) itu, akreditasi adalah kewajiban yang dimandatkan undang-undang dan salah satu instrumen dalam menilai kualitas kinerja organisasi.

"Dari hasil akreditasi ini, organisasi dapat melakukan perbaikan guna meningkatkan kinerja secara berkelanjutan," kata Herman didampingi Ketua Panitia Pelatihan Haryanto.

Menurut Haryanto, Kemenpora hanya bertugas sebagai fasilitator pelatihan, sementara hal-hal teknis diserahkan kepada Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang dibentuk pemerintah untuk mengembangkan, memantau dan melaporkan pencapaian standar nasional keolahragaan.

Baca juga: Menpora siapkan bonus SEA Games 2019, nominal masih dirahasiakan

BSANK menjalankan tugas dan fungsi secara mandiri dan profesional yang di antaranya adalah memberikan akreditasi terhadap isi program penataran tenaga keolahragaan dan organisasi olahraga, sertifikasi untuk menentukan kompetensi tenaga keolahragaan dan kelayakan organisasi olahraga.

Wakil Sekjen Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Iwan Gunawan yang menjadi salah satu peserta, menyambut baik pelatihan ini karena akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan profesionalisme pengurus cabang olahraga.

"Saya berharap pelatihan ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga semua pengurus cabang olahraga memiliki SDM yang merata dalam pengelolos organisasi secara lebih profesiona," kata dia.

Baca juga: Raihan emas hampir dua kali lipat, Menpora ajak masyarakat apresiasi
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenpora siapkan Rp30 miliar untuk kontingen ASEAN Para Games

Komentar