Rupiah akhir pekan menguat seiring kesepakatan dagang AS-China

Rupiah akhir pekan menguat seiring kesepakatan dagang AS-China

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sehingga wajar kalau mata uang garuda kembali digdaya dan menjadi nomer satu di Asia
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini menguat seiring kesepakatan dagang AS-China yang semakin dekat.

Rupiah ditutup menguat 43 poin atau 0,3 persen di level Rp13.090 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.033 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, mengatakan, hari ini pemerintah dan Bank Indonesia sedikit lega dan tidak melakukan intervensi terhadap pasar akibat data eksternal yang cukup positif terutama kesepakatan dagang AS dan China fase I yang akan ditandatangani serta pemilu di Inggris yang kemungkinan partai konservatif memenangkan pemilu.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi menguat, tembus di bawah Rp14.000 per dolar

"Sehingga wajar kalau mata uang garuda kembali digdaya dan menjadi nomer satu di Asia," ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, pelaku pasar semringah karena hubungan AS-China yang terus membaik. Kabar terbaru, AS siap untuk menunda atau bahkan membatalkan pengenaan bea masuk baru untuk importasi produk China senilai 160 miliar dolar AS yang sedianya berlaku 15 Desember.

Tidak hanya itu, Reuters memberitakan AS juga akan memberi diskon 50 persen atas bea masuk yang berlaku selama masa perang dagang lebih dari setahun terakhir.

Sebagai informasi, AS telah mengenakan bea masuk terhadap importasi produk buatan China senilai 550 miliar dolar AS selama periode tersebut.

China pun memberi respons positif. Seperti dikutip dari Reuters, China berencana membeli produk pertanian AS senilai 50 miliar dolar AS tahun depan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2017, sebelum perang dagang meletus.

Kabar dari Inggris juga menjadi sentimen positif di pasar. Kemarin, rakyat Inggris memilih anggota parlemen dalam pemilu yang dipercepat. Semestinya lemilu di Inggris baru terjadi pada 2022.

Hasil exit poll menujukkan partai konservatif bakal memenangi Pemilu. Tories adalah partai penguasa di Palace of Westminster, gedung parlemen Inggris. Artinya, kemungkinan besar Boris Johnson masih akan menjabat sebagai Perdana Menteri, tidak ada perubahan kepemimpinan.

"Ini membuat proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa atau Brexit diharapkan lebih mulus, karena tidak ada perubahan kebijakan," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.015 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.969 per dolar AS hingga Rp14.015 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat umenjadi Rp13.982 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.042 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah kian perkasa, dipicu makin dekatnya kesepakatan dagang AS-China
Baca juga: Rupiah menguat seiring naiknya mata uang Asia

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur BI sebut penguatan rupiah berdampak positif

Komentar