Peringati Hari Kesehatan Nasional, Kemenkes tekankan pentingnya Germas

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Kemenkes tekankan pentingnya Germas

Sejumlah pembicara berfoto bersama dalam Press Conference First Aid Drink PT Amerta Indah Otsuka di Sukabumi, Jumat (13/12/2019). ANTARA/Katriana/am.

gaya hidup inilah yang menyebabkan perubahan pola penyakit
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menekankan pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang tahu, sadar dan mampu berperilaku hidup sehat.

"Program gerakan masyarakat hidup sehat atau yang kita kenal dengan Germas ini telah diatur dalam instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017," kata Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana Sukandhi Putra dalam sambutan yang disampaikan melalui telekonferensi di acara Press Conference First Aid Drink PT Amerta Indah Otsuka di Sukabumi, Jumat.

Ia mengatakan berbagai permasalahan kesehatan di Indonesia, seperti tingginya kasus kematian ibu, kematian bayi, kematian balita karena status gizi mereka serta tingginya kasus sakit dan kematian, terjadi akibat penyakit menular dan terutama penyakit tidak menular yang dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya semakin meningkat.

Baca juga: Dokter anjurkan periksa kesehatan laboratorium setahun sekali
Baca juga: Usia harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat


Hal tersebut menjadi perhatian besar pemerintah, swasta dan juga semua pihak untuk mengedukasi dan mengkampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya berperilaku hidup sehat.

Ia mengatakan, di era industri 4.0 ini, masyarakat pada umumnya lebih menyukai kemudahan dan kemajuan teknologi, termasuk dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

"Zaman ini makanan yang cepat saji, yang tinggi gula, garam dan lemak, justru lebih menjadi pilihan daripada makanan yang sehat," katanya.

Adanya berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi seperti jasa transportasi, pembelian makanan, jasa penatu serta bersih-bersih rumah yang dapat diperoleh cukup dengan pemesanan melalui daring memicu timbulnya perilaku kurang bergerak.

"Gaya hidup inilah yang menyebabkan perubahan pola penyakit masyarakat di Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional, Kemenkes menunjukkan kembali kepada masyarakat tentang upaya yang sudah dilakukan pemerintah melalui program Germas demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang tahu, sadar dan mampu berperilaku hidup sehat.

Baca juga: Masyarakat diajak dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Baca juga: Lumajang raih penghargaan inovasi bidang kesehatan


Germas merupakan gerakan bersama yang telah menjadi kampanye nasional yang tidak hanya diupayakan oleh sektor kesehatan tetapi juga melibatkan semua sektor dan seluruh komponen masyarakat.

Keberhasilan pembangunan kesehatan melalui Germas sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif berbagai sektor pembangunan, termasuk sektor swasta dan masyarakat itu sendiri.

Ia berharap upaya-upaya yang telah dilakukan bersama-sama itu dapat terus dilanjutkan dan dipantau serta dievaluasi secara mendalam sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku di masyarakat menjadi perilaku hidup yang sehat.

"Pada akhirnya upaya itu diharapkan dapat menurunkan prevalensi penyakit sehingga upaya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat akan lebih baik lagi," katanya.

Baca juga: Film pendidikan kesehatan digelar TNI di perbatasan RI-Timor Leste
Baca juga: Sambut Hari Kesehatan Kedubes Malaysia, IJN gelar tes ekokardiografi gratis
Baca juga: Menkes berharap HKN dorong masyarakat berinovasi bidang kesehatan

Pewarta: Katriana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkes siapkan antibiotik tangani warga terpapar virus antraks

Komentar