Nilai kemanusiaan alasan pencak silat sebagai warisan takbenda UNESCO

Nilai kemanusiaan alasan pencak silat sebagai warisan takbenda UNESCO

Pesilat menampilkan jurus saat acara festival pencak silat di Cinere, Depok, Jawa Barat (2/11/2019). Kampung Cinere menggelar festival pencak silat tradisional Betawi yang diikuti sebanyak 35 perguruan silat berbagai daerah dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke-91. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

memberitahukan dunia ada seni bela diri bukan sekadar olahraga tetapi juga membentuk karakter manusia
Jakarta (ANTARA) - Nilai kemanusiaan yang dikandung dari tradisi pencak silat membuat tradisi seni bela diri itu ditetapkan sebagai warisan takbenda dunia oleh UNESCO pada Kamis (12/12), hal tersebut dikatakan oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Arief Rachman di Jakarta, Jumat.

"Pencak silat ditetapkan sebagai daftar warisan takbenda kemanusiaan oleh UNESCO telah memberitahukan kepada dunia bahwa ada seni bela diri yang tidak hanya olahraga tetapi juga dapat membentuk karakter manusia dan UNESCO sangat menganggap hal itu penting untuk dikembangkan," kata dia di Jakarta, Jumat.

Arief Rachman mengatakan ada beberapa nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh seni bela diri pencak silat, diantaranya tradisi pencak silat bersifat inklusif. Pencak silat dapat dipelajari oleh siapa pun.

Baca juga: Pencak Silat ditetapkan sebagai Warisan Tak Benda Dunia UNESCO

Kemudian pencak silat berkontribusi terhadap kerukunan dalam masyarakat, pencak silat juga mendorong terbentuknya identitas untuk menjadi sebuah komunitas, adanya pewarisan tradisi tersebut ke generasi selanjutnya.

Arief mengatakan setelah penetapan ini, maka harus ditindaklanjuti dengan program kerja yang baik dan pencak silat harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia.

"Dunia saat ini sudah ada yang menganggap pencak silat, tetapi mereka lebih melihat pencak silat sebagai olahraga. Tugas Indonesia harus lebih memunculkan karakter kemanusiaannya dan kekuatan masyarakatnya," kata dia.

Sementara itu Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan sesuai konvensi UNESCO 2003, daftar warisan takbenda kemanusiaan itu memang fokus melihat praktik dalam masyarakat yang dapat berkontribusi terhadap kemanusiaan.

"Jumlah warisan budaya kan banyak sekali, tetapi yang dapat menyumbang perdamaian, stabilitas, pembangunan dan pada akhirnya kepada kemanusiaan itu dapat dipilih, Makanya masuknya daftar representatif," kata Hilmar.

Menurut Hilmar, nilai kemanusiaan yang ada di dalam pencak silat ada tentang pengendalian diri, pencak silat bukan tentang bisa membalas serangan lawan tetapi juga tentang menahan diri agar tidak terpancing amarah.

"Pencak silat adalah salah satu tradisi yang membuat orang dan masyarakat bisa mengendalikan segala macam impulsnya dengan baik, pencak silat dapat menata agar semua orang dapat berhubungan baik," kata dia.

Baca juga: Hilmar Farid jelaskan perbedaan silat indonesia dan Malaysia

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upaya mendongkrak kunjungan wisata dan selamatkan generasi masa depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar