Seruyan tanam mangrove di kawasan pesisir

Seruyan tanam mangrove di kawasan pesisir

Pj Sekretaris Daerah Seruyan Djainuddin Noor (kedua kiri) saat menanam mangrove di Sungai Tatah Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat (13/12/2019). ANTARA/HO-Protokol Pemkab Seruyan

bibit-bibit pohon yang kita tanam dan pelihara dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon yang dapat menyuplai oksigen
Kuala Pembuang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah bersama Balai Pengelolaan DASHL Kahayan telah melakukan penanaman perdana mangrove di Sungai Tatah Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir.

"Program rehabilitasi ekosistem mangrove merupakan bentuk tindakan yang harus dilakukan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat," kata Penjabat Sekretaris Daerah Seruyan Djainuddin Noor di Kuala Pembuang, Jumat.

Ekosistem di kawasan pesisir Kuala Pembuang, telah mengalami kerusakan yang cukup luas akibat terjadinya pembukaan lahan yang tidak terkontrol di masa lalu.

Makanya penanaman itu sangat penting dilakukan, sebab menurut Djainuddin,  mangrove memiliki fungsi untuk menjamin keberlangsungan kehidupan makhluk hidup yang ada di kawasan pesisir, termasuk kehidupan manusia.

Baca juga: Luas mangrove Indonesia meningkat, kata delegasi COP25-UNFCCC
Baca juga: PLN tanam 5000 mangrove dan 1000 pohon produktif di Mempawah


Ia menjelaskan, ekosistem memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Manfaat ekologis dari tumbuhan mangrove adalah pengendalian abrasi, intrusi atau perembesan air laut dan angin kencang, penahan tsunami, memperluas daratan hingga penyedia nutrisi bagi biota perairan," kata dia.

Baca juga: Gerakan "Save Teluk Bima" dicanangkan dengan penanaman mangrove
Baca juga: KKP dorong pembangunan pusat informasi ekowisata mangrove Lombok Barat


Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan DASHL Kahayan Supriyanto Sukmo mengatakan, penanaman mangrove dan bersih pantai yang dilakukan, mungkin tidak memiliki dampak yang begitu besar.

Namun apabila kegiatan itu dilakukan terus menerus, maka tidak mustahil dalam 10 atau 20 tahun ke depan hijaunya mangrove di wilayah setempat akan dapat dilihat dan dinikmati bersama keindahannya.

"Bibit-bibit pohon yang kita tanam dan pelihara dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon yang dapat menyuplai oksigen bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup," jelasnya.

Baca juga: Mangrove di Pesisir Sorong ditanam bersama warga dan TNI-AL
Baca juga: Kemendes bantu Seruyan kembangkan ekowisata mangrove

Pewarta: Kasriadi/Noor
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar