Isu lingkungan harus jadi salah satu agenda utama Indonesia tahun 2020

Isu lingkungan harus jadi salah satu agenda utama Indonesia tahun 2020

Co-founder Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Peter F Gontha saat berbicara dalam acara diskusi bertajuk ‘Indonesia’s Economic and Political Outlook 2020’ di Jakarta, Jumat (13/12/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Pendiri Foreign Policy Community Indonesia, Peter F Gontha, mengatakan Indonesia harus menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu agenda utama di tahun 2020 mendatang, baik dalam diplomasi luar negeri maupun di dalam negeri.

“Saya yakin pemanasan global dan perubahan iklim akan memainkan peran yang lebih besar lagi pada tahun 2020 nanti. Kita memiliki tanggung jawab untuk bekerja bersama dalam menghdapinya,” kata Peter Gontha saat saat membuka acara diskusi bertajuk ‘Indonesia’s Economic and Political Outlook 2020’ yang digelar oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) bersama Price Waterhouse Coopers (PwC) di Jakarta, Jumat.

Peter, yang merupakan mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia itu, mengatakan Indonesia seharusnya tak hanya menimbang soal besarnya ekonomi nasional, dengan 260 juta populasi yang terdapat di dalamnya, namun juga bagaimana Indonesia dapat memainkan peran dalam agenda internasional yang terus mendorong pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah siap tempuh jalur litigasi melalui WTO terkait sawit

“Indonesia tidak bisa menyelamatkan dunia sendirian, namun dunia juga tidak dapat diselamatkan tanpa peran Indonesia,” kata dia.

Peter menjelaskan bahwa hutan Indonesia dapat menyerap 80 hingga 90 persen emisi karbon dunia jika hutan yang ada dapat dipelihara dengan baik, bahkan bisa menjadi pendapatan bagi Indonesia dalam skema perdagangan karbon.

“Kalau hutan, gambut, mangrove bisa kita pelihara dengan baik, ini bisa menjadikan suatu pendapatan yang luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan pemerintah Indonesia harus dapat mengambil sikap yang jelas dalam soal perlindungan hutan dan gambut yang nantinya dapat menjadi nilai jual bagi Indonesia serta memperkuat peran dalam tataran internasional.

"Polusi dunia kini telah mencapai tingkat yang sebelumnya diperkirakan akan kita capai pada tahun 2040 mendatang. Itu sudah terjadi sekarang. Pada saat yang sama, Indonesia dapat menyerap 90 persen dari emisi karbon dunia. Ini adalah kekuatan kita," jelasnya.
Baca juga: Indonesia mulai bidik potensi perdagangan karbon
Baca juga: Indonesia dinilai belum siap berdagang karbon
Baca juga: Isu sampah bakal diangkat pada Pekan Lingkungan 2020 di Palembang


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karbon hitam Cilegon mampu tekan impor Rp1,5 triliun

Komentar