Terima hibah Jepang, klinik di Maluku akan beli alkes, renovasi

Terima hibah Jepang, klinik di Maluku akan beli alkes, renovasi

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (kanan) menyerahkan dokumen pengesahan pemberian hibah ke perwakilan Yayasan Ukhuwah Masohi (kiri) sebagai salah satu penerima dana hibah grassroots dari Pemerintah Jepang untuk tahun anggaran 2019 periode pertama di Jakarta, Jumat (13/12/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Klinik di Desa Ampera, Maluku Tengah, yang dikelola oleh Yayasan Ukhuwah Masohi akan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Jepang untuk membeli alat kesehatan (alkes) berupa hematology analyzer (mesin tes darah) dan membiayai renovasi pengembangan fasilitas klinik.

"Dana Hibah Grassroots Pemerintah Jepang pada tahun ini jadi kabar baik di tengah upaya meningkatkan layanan kesehatan di Desa Ampera, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku," kata Darno, perwakilan dari yayasan, saat memberi sambutan pada penyerahan dana hibah di Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Jumat.

Yayasan Ukhuwah Masohi merupakan satu dari empat penerima dana hibah dari pemerintah Jepang pada periode pertama 2019.

Baca juga: Jepang salurkan hibah Rp3,37M perbaiki sekolah, klinik di Indonesia

Untuk Yayasan Ukhuwah Masohi, Pemerintah Jepang menyetujui pemberian dana hibah sebesar Rp477 juta. Selain untuk pembelian alat, dana itu akan digunakan untuk membangun ruang khusus dan laboratorium tes darah, tambah Darno.

Ia mengaku tak menyangka proposal pengajuan dana hibahnya diterima oleh Pemerintah Jepang. "Jujur, proposal kami berawal dari keisengan. Kami mencoba mengirim proposal hibah grassroots ini, dan ternyata upaya itu mendapat sambutan serius. Kami telah membuka pelayanan kesehatan sejak 2002. Sejak mulai, kami konsisten bahwa klinik ini tidak mengejar keuntungan," tambah Darno.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan pihaknya telah menerima banyak pengajuan proposal hibah. Namun, anggaran yang dialokasikan tidak dapat mendanai seluruh usulan program sehingga hanya empat usulan yang dipilih pada tahun anggaran 2019 periode pertama.

Baca juga: Jepang kucurkan hibah proyek keamanan manusia Rp6,35 miliar kepada Indonesia

"Kami mementingkan proyek yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan perbaikan kehidupan mereka. Kami juga mempertimbangkan kemampuan pelaksana (dalam menjalankan program yang diusulkan)," kata Dubes Ishii.

Di samping Yayasan Ukhuwah Masohi, dana hibah grassroots 2019 periode pertama yang nilai totalnya mencapai Rp3,37 miliar juga diberikan ke Yayasan Islam Al Ittifaqiah untuk perbaikan sekolah di Desa Indralaya Mulia, Sumatera Selatan; Yayasan Trisakti Arum Lestari untuk pembangunan fasilitas pelatihan kejuruan di Desa Sodo, Gunung Kidul, Yogyakarta; dan Yayasan Darul Huda untuk renovasi sekolah dasar di Gadog, Jawa Barat.

Besaran hibah yang diterima mulai dari yang terkecil Rp477 juta sampai terbesar Rp1,12 miliar.

Dana Hibah Grassroots merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang yang disalurkan tiap tahun langsung ke lembaga non-profit di kalangan akar rumput di Indonesia. Bantuan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan dana untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar