TN Bali Barat ditanami 1.000 magrove dan transplantasi terumbu karang

TN Bali Barat ditanami 1.000 magrove dan transplantasi terumbu karang

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah (kedua kanan), Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan (kiri), Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono (kanan) dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali I Made Gunaja (kedua kiri) melakukan proses penanaman terumbu karang saat kegiatan LPS Peduli "Bakti Bagi Negeri" di Pantai Teluk Terima, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Jumat (13/12/2019). (FOTO ANTARA/Naufal Fikri Yusuf)

Kami berharap kelestarian lingkungan hidup di wilayah konservasi Taman Nasional Bali Barat dapat terus terjaga dan terus berkelanjutan sehingga menjadi salah satu motor penggerak pariwisata di Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) berupa penanaman sebanyak 1.000 pohon mangrove (bakau) dan transplantasi terumbu karang di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR berkelanjutan kami yaitu program LPS Peduli-Bakti Bagi Negeri dan merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap gerakan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB)," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Jumat.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen LPS dalam menjalankan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati.

"Kami berharap kegiatan yang kami lakukan ini juga dapat memberi manfaat yang berkelanjutan bagi alam sekaligus mendorong perkembangan ekonomi melalui pariwisata," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, LPS bekerja sama dengan Taman Nasional Bali Barat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Kelompok Nelayan Wanasegara dan Kelompok Nelayan Bunga Indah serta warga masyarakat sekitar.

Selain melakukan penanaman Mangrove dan terumbu karang, dalam kegiatan CSR itu, LPS juga melakukan pemberian bantuan sembako bagi 150 warga di daerah Teluk Terima, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Melalui pelaksanaan kegiatan itu, Halim Alamsyah berharap kelestarian lingkungan hidup di wilayah konservasi Taman Nasional Bali Barat dapat terus terjaga dan terus berkelanjutan sehingga menjadi salah satu motor penggerak pariwisata di Bali.

Ia menambahkan, program CSR yang dilaksanakan di TNBB merupakan penerapan dari pilar keempat CSR atau Kegiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK) LPS, yaitu pelestarian lingkungan hidup.

Sedangkan tiga pilar lainnya adalah tanggap bencana, filantropi (santunan, layanan kesehatan, renovasi rumah ibadah dan lainnya) serta pemberdayaan ekonomi.

"Selain itu program CSR ini juga dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14 yaitu pelestarian lingkungan di bawah air dan poin ke-15 yaitu pelestarian lingkungan di atas darat," demikian Halim Alamsyah.

Baca juga: Terumbu Karang di TN Bali Barat Rusak Akibat Bom Ikan

Baca juga: Panen Perdana Rumput Laut di Kawasan TNBB

Baca juga: Ribuan bibit bakau ditanam di Kabupaten Badung, Bali

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kolaborasi Pemerintah-Swasta kunci keberhasilan CSR

Komentar