Puan Maharani soal anggota DPR tertidur hingga tata-tertib anggota

Puan Maharani soal anggota DPR tertidur hingga tata-tertib anggota

Ketua DPR, Puan Maharani, saat memberi sambutan dalam temu pers di Ancol Jakarta, Jumat (13/12/2019). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR, Puan Maharani, mengatakan keinginannya agar ke depan DPR lebih tertib dan teratur dari segi disiplin maupun administrasi. Ia juga berharap tidak ada lagi anggota DPR yang tertidur waktu sidang. Bahkan sembari bercanda, ia juga mengatakan anggota yang tertidur difoto saja oleh wartawan.

"Itu saya bilang, kalau lagi tidur juga difoto ya. Biasanya waktu tidur difoto, semoga ke depan enggak banyak lagi yang tidur," ujar Puan dalam acara ramah tamah dengan wartawan di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Ketua DPR: Dominasi koalisi tidak akan membuat DPR susah mengkritik

DPR juga akan membenahi absensi anggota untuk lebih ditertibkan dalam rapat-rapat ke depan. Ia mengatakan saat ini dalam beberapa rapat dengar pendapat dan rapat kerja sejumlah komisi di DPR, soal absensi sudah lebih baik.

"Kami mendorong terus supaya dari setiap fraksi, karena DPR kolektif kolegial, untuk mengimbau anggotanya untuk hadir," kata Puan.

Baca juga: DPR dalami urgensi evaluasi Pilkada langsung

Dalam proses pembuatan Undang-Undang, diharapkan juga lebih tertib dan tidak ada lagi produk legislasi di luar dari apa yang benar-benar diinginkan rakyat.

"Kami berkeinginan DPR menjadi lembaga penghasil undang-undang berkualitas. Karena itu, ke depannya nanti apa yang dimasukkan atau dibahas itu adalah Undang-Undang yang prorakyat, bermanfaat untuk rakyat dan bisa diselesaikan tepat waktu," ujar Puan.

Agar keinginan itu terlaksana, Puan menargetkan masing-masing komisi di DPR hanya diprioritaskan maksimal menyelesaikan dua produk Undang-Undang saja.

"Nanti, Undang-Undang yang lain dan sudah terdaftar, tinggal naik saja kalau kemudian komisi-komisi tersebut tidak bisa menyelesaikan dua Undang-Undang tersebut," ujar Puan.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar