Kader Partai Aceh harus mampu kembalikan kepercayaan rakyat

Kader Partai Aceh harus mampu kembalikan kepercayaan rakyat

Ketua Tuha Peut Partai Aceh Tgk Malik Mahmud Alhaythar saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Bimtek dan Pembekalan anggota DPRA dan DPRK se Aceh dari Partai Aceh di Sabang, Jumat (13/12/2019) malam. (ANTARA/Khalis)

Sabang (ANTARA) - Ketua Tuha Peut Partai Aceh (PA) Tgk Malik Mahmud Al Haythar mengatakan hasil pemilihan legislatif pada April 2019 di Provinsi Aceh menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Aceh untuk partai lokal tersebut semakin menurun.

"Mulai hari ini seluruh kader Partai Aceh, khususnya yang duduk di parlemen harus memikirkan ide cemerlang agar dapat mendongkrak kembali elektabilitas Partai Aceh," katanya di Sabang, semalam.

Pernyataan itu disampaikan Malik dalam acara pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pembekalan kepada anggota DPRA dan DPRK dari Partai Aceh se Aceh, yang di selenggarakan Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, di Kota Sabang.

Dia menyebutkan meskipun Partai Aceh masih pemilik suara dominan di DPRA dan DPRK, namun harus diakui bahwa perolehan kursi Partai Aceh dari waktu ke waktu semakin menurun. Katanya seperti hasil Pileg 2019 menunjukkan Partai Aceh hanya meraih 18 kursi dari total 81 kursi DPRA.

Kata dia, perolehan kursi untuk periode 2019-2024 tersebut sangat menurun dibandingkan dengan Pileg 2014 yang berhasil meraih 29 kursi dari 81 kursi DPRA, serta signifikan lagi menurunnya dibandingkan dengan Pileg perdana mereka pada 2009 yang mampu meraih 33 kursi dari 69 kursi DPRA.

"Jika data-data ini dijadikan rujukan dan pedoman maka boleh dikatakan dalam rentang waktu 10 tahun saja kita kehilangan lebih 20 persen kepercayaan, elektabilitas dari rakyat Aceh," katanya.

Padahal, kata dia, Partai Aceh merupakan ruh perjuangan Aceh, sebagai motor utama dalam melanjutkan cita-cita perjuangan para syuhada. Ia meyakini tentu ada banyak faktor yang menjadi penyebab elektabilitas Partai Aceh terus menurun, baik dari internal partai maupun eksternal.

"Pada kesempatan ini saya ingin mengamanahkan agar kedua faktor tersebut dikaji dan dicarikan solusinya, untuk kemudian segera ditindak lanjuti dengan perubahan-perubahan dan kebijakan yang positif," katanya.

Lebih lanjut, Malik mengatakan bahwa perjuangan Aceh belum berakhir. Masih banyak poin kesepakatan antara GAM dan RI waktu itu belum terealisasikan dengan baik. Perjuangan perjuangan itu harus ditempuh dengan penuh komitmen, dedikasi tinggi, integritas, dan satu hati.

"Harus disadari sebagai individu yang dipilih langsung oleh rakyat maka saudara semua adalah ujung tombak perjuangan partai. Baik buruknya penilaian rakyat terhadap anda maka begitu juga penilaian rakyat kepada Partai Aceh," katanya.

Baca juga: Kemendagri sebut Otsus Papua tidak sama dengan Aceh

Baca juga: Partai Aceh minta Presiden Joko Widodo tuntaskan butir MoU Helsinski

Baca juga: Sekjen PDIP ajak kader bangun partai bersama rakyat


Pewarta: Khalis Surry
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rumah anggota DPRK Aceh Barat dilempar granat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar