Jamhadi: Berbisnis di Jatim itu mudah

Jamhadi: Berbisnis di Jatim itu mudah

Calon Ketua Kadin Jatim, Jamhadi saat melakukan pertemuan dengan para delegasi Singapura, Duta Besar RI Untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, Atase Ekonomi Barlianto, Konsul Kehormatan Selandia Baru Hari Sunogo dan Hadisusilo dari Finna Singapore di Kota Surabaya beberapa waktu lalu. (HO)

Kita yakinkan ke delegasi bisnis Singapura dan Pak Dubes bahwa ada hasil questionnaires serta testimoni dengan investor di Jatim bahwa saat ini benar-benar mudah berbisnis di Jatim
Surabaya (ANTARA) - Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur periode 2019-2024, Jamhadi menjamin bahwa berbisnis di Provinsi Jawa Timur (Jatim) saat ini lebih mudah.

"Urus izin dengan OSS (Online Single Submission) di Jatim begitu mudah," kata Jamhadi yang juga Direktur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Institute Jawa Timur di bawah kepemimpinan La NYalla Mattaliti di Surabaya, Sabtu.

Menurut Jamhadi, hal itu pernah disampaikan pada saat pertemuan dengan delegasi Singapura, Duta Besar RI Untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, Atase Ekonomi Barlianto, Konsul Kehormatan Selandia Baru Hari Sunogo dan Hadisusilo dari Finna yang di Singapura.

Jamhadi menjelaskan tahapan pengurusan izin dengan OSS yakni setelah register dapat Nomor Izin Berusaha (NIB) lalu membuat komitmen urus izin. "Maka dalam waktu tiga pekan pembangunan konstruksi bisa dimulai," ujar mantan Ketua Kadin Surabaya dua periode.

"Kita yakinkan ke delegasi bisnis Singapura dan Pak Dubes bahwa ada hasil questionnaires serta testimoni dengan investor di Jatim bahwa saat ini benar-benar mudah berbisnis di Jatim." kata Jamhadi yang akan mengikuti Musda Kadin Jatim pada 18 Desember 2018, di mana pelaksanaan musda tersebut melibatkan Kadin kabupaten/kota dan asosiasi terkait di se-Jawa Timur.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu ada sejumlah mahasiswa mahasiswi dari National University of Singapore dan Lee Kwan Yew University berkunjung ke Kadin Institut di Surabaya.

Kehadiran para mahasiswa NUS tersebut dalam rangka belajar dan mengetahui lebih lanjut tentang produktivitas, pariwisata, dan entrepreneur di Jawa Timur. Mereka juga ingin tahu lebih banyak bagaimana Jawa Timur memiliki sarana dan infrastruktur dalam mendukung keberadaan pariwisata dan produktivitas penduduknya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jamhadi menyebutkan, jumlah turis asing atau wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda pada Oktober 2019 naik sebesar 2,09 persen dibandingkan September, yaitu dari 20.719 kunjungan menjadi 21.152 kunjungan.

Wisman terbanyak pada Oktober berkebangsaan Malaysia yang mencapai 5.661 kunjungan atau naik 5,95 persen, diikuti Singapura dengan 2.362 kunjungan atau turun 6,82 persen, dan China sebanyak 2.284 kunjungan atau turun sebesar 2,31 persen dibandingkan September 2019.

Sedangkan investor asing yang menanamkan modalnya di Jawa Timur pada semester I 2019, total investasi di Jatim mencapai Rp32,05 triliun terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp6,55 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp25,50 triliun.

Lima investor tertinggi yang berinvestasi ialah Singapura sebesar 4,298 miliar dolar AS, Jepang 1,628 miliar dolar AS, Inggris 771,92 juta dolar AS, Belanda 496,9 juta dolar AS, dan Malaysia 496,3 juta dolar AS.

Sektor terbanyak yang jadi incaran investasi ialah listrik, gas, air 36,33 persen, lalu industri makanan 29,38 persen, industri kimia dasar, barang kimia, farmasi 20,66 persen, industri logam, barang dari logam, mesin, elektronik 15,99 persen, dan transportasi, gudang, telekomunikasi 11,58 persen.

Baca juga: Japnas : Pengusaha Jatim raih kerja sama bisnis Rp840 miliar

Baca juga: Bupati Pamekasan presentasikan potensi Madura di Bisnis Forum Jatim


 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jatim menuju swasembada bawang putih

Komentar