Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla mendorong terwujudnya gerakan pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid.

"Masalah kronis yang perlu diperhatikan di Indonesia adalah masalah ekonomi, dan tugas kita adalah bagaimana perekonomian masyarakat naik melalui masjid," kata Kalla dalam acara Workshop dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu.

Masjid terutama masjid kampus, menurut Kalla, memiliki peran tidak sekadar sebagai tempat beribadah, meningkatkan keimanan bagi mahasiswa dan dosen serta mengabdi kepada umat melalui pembelajaran aqidah, tapi juga berfungsi sebagai tempat meningkatkan kecerdasan dan keimanan, serta meningkatkan perekomian umat.

Baca juga: Jusuf Kalla: Masjid harus punya fungsi ekonomi

"Tugas masjid kampus adalah mendorong umat dengan mendatangkan pengusaha sukses yang disekitar masjid untuk berbagi pengalaman dalam berdagang serta memunculkan motivasi masyarakat untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship," kata mantan Wakil Presiden RI ini.

Ia juga menekankan perlunya meneladani kehidupan Rasullah tentang bagaimana memajukan umat melalui berdagang. Dengan menanamkan jiwa wirausaha dengan meneladani kehidupan Rasul, menurutnya, secara tidak langsung dapat memajukan masyarakat melalui berdagang.

"Sehingga peran masjid kampus tidak hanya membangun karakter bangsa namun juga membangun ekonomi masyarakat. Selain itu, harapannya masjid kampus merupakan masjid perjuangan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa generasi muda yang ikut memakmurkan dan mengurus masjid," kata Kalla.

Baca juga: Ma`ruf serukan koperasi di tiap masjid perkuat ekonomi umat

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019