Sturgeon: PM Inggris harus terima suara referendum kedua Skotlandia

Sturgeon: PM Inggris harus terima suara referendum kedua Skotlandia

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat berkunjung ke HMS Vengeance di HM Pangkalan Angkatan Laut Clyde di Faslane, Skotlandia, Inggris, Senin (29/7/2019). Jeff J Mitchell/Pool via REUTERS/djo/wsj. (REUTERS/POOL)

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus "fokus pada kenyataan" dan mengakui bahwa Partai Nasional Skotlandia (SNP) telah diberi mandat referendum independen kedua, demikian Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon pada Sabtu.

SNP meraih 48 dari 59 kursi di parlemen Inggris dalam pemilu Kamis, mendorong Sturgeon meningkatkan tuntutannya atas referendum independen kedua.

Baca juga: Sturgeon: Skotlandia harus diberi izin untuk adakan referendum

Namun Johnson, yang didukung oleh Partai Konservatif-nya sendiri memenangkan 80 kursi mayoritas parlemen, mengatakan kepada Sturgeon pada Jumat bahwa ia menentang pemungutan suara independen kedua.

Baca juga: PM Inggris minta Presiden AS cabut tarif wiski Skotlandia

"Saya menegaskan kepadanya bahwa saya memiliki mandat untuk memberikan rakyat pilihan. Ia pun menegaskan kembali penentangannya untuk itu," kata Sturgeon kepada Skynews usai mengunjungi pendukungnya di Dundee, Sabtu.

Baca juga: Pasca-Brexit, referendum kemerdekaan Skotlandia mengencang lagi

"Tetapi tahukah anda, mari fokus pada kenyataan bahwa pemilihan pekan ini merupakan momen penting bagi Skotlandia," katanya.

Rakyat Skotlandia pada referendum independen 2014 memilih untuk tetap berada di Inggris, namun mereka juga memilih pada referendum Brexit 2016 untuk bertahan di Uni Eropa, sementara mayoritas pemilih Inggris dan Wales mendukung angkat kaki dari blok tersebut.

Sejak itu Sturgeon berpendapat bahwa Skotlandia berhak memilih kembali menjadi sebuah negara independen sebab keluar dari Uni Eropa bertentangan dengan keinginannya.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar