Resensi film

"Si Manis Jembatan Ancol", bukan sekadar balas dendam

"Si Manis Jembatan Ancol", bukan sekadar balas dendam

Poster film "Si Manis Jembatan Ancol" karya sutradara Anggy Umbara (Instagram.com/mvppictures)

Jakarta (ANTARA) - Berbeda dari versi tahun 1973 ataupun sinetron yang tayang pada tahun 1992-an, film "Si Manis Jembatan Ancol" garapan sutradara Anggy Umbara tak hanya menonjolkan aksi balas dendam tokoh utama.

Film berdurasi sekitar 118 menit itu berkisah tentang Maryam (Indah Permatasari), seorang istri pengusaha ternama, Roy (Arifin Putra) yang mengalami kebangkrutan sehingga menyebabkan semakin renggangnya hubungan mereka.

Sejak menikah, Maryam seakan tak pernah dianggap oleh Roy. Dia lantas mempertanyakan kebahagiaannya sebagai seorang istri.

Di tengah jarak antara Maryam dan Roy, hadirlah sosok Yudha (Randy Pangalila), seorang pelukis yang penasaran pada Maryam. Diam-diam dia mengikuti Maryam saat berada di luar rumah dan melukisnya.

Baca juga: Indah permatasari kesulitan perankan hantu "Si Manis Jembatan Ancol"

Baca juga: Arifin Putra penggemar berat Ozy Syahputra


Sosok Yudha begitu berbeda dari Roy, membuat Maryam tertarik mengenalnya hingga bersedia menjadi model untuk lukisannya. Apa imbalannya?

Di lain sisi, Roy justru salah paham pada Maryam dan Yudha. Dia yang terbakar cemburu merencanakan hal busuk di belakang istrinya, bersama rentenir bernama Bang Oji (Ozy Syahputra) dan rekan-rekan premannya.

Hal ini yang kemudian menjadi alasan Maryam untuk membalas dendam bahkan dengan cara yang cenderung sadis dan banyak melibatkan darah.

Maka tak aneh jika pembatasan usia penonton berlaku di sini yakni untuk mereka yang berusia 17 tahun ke atas.

Selain soal balas dendam, Anggy mengajak penonton terutama kaum hawa bercermin dan mempertanyakan kebahagiaan hidup. Dia juga menyisipkan isu hak perempuan saat menjalani peran sebagai seorang istri.

Mungkin ide ini tampak segar, namun pada akhirnya akan cukup membingungkan penonton yang sudah menonton film pertama "Si Manis Jembatan Ancol" dan versi sinetronnya.

Keinginan untuk bernostalgia dengan tokoh Maryam (Mariam) mungkin perlu penonton kubur dalam-dalam, atau mungkin sedikit bisa terobati dengan penampakan dan tawa Ozy dalam sosok berbeda di akhir cerita.

Tak hanya drama, sebagai pencari suasana, Anggy juga menghadirkan unsur komedi di sini. Banyolan para komika jebolan Stand Up Comedy antara lain Anyun Cadel, Arief Didu, Rispo lalu Tije Gukguk cukup mampu membuat penonton menyunggingkan senyum bahkan hingga tertawa terbahak-bahak.


Baca juga: Demi "Si Manis Jembatan Ancol", Ozy Syahputra belajar akting lagi

Baca juga: Ozy Syahputra pernah stres gara-gara "Si Manis Jembatan Ancol"

Baca juga: Tinggalkan peran hantu, Ozy Syahputra jadi rentenir jahat


 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar