PUPR: Pembiayaan infrastruktur kerakyatan di perkotaan lewat KPBU

PUPR: Pembiayaan infrastruktur kerakyatan di perkotaan lewat KPBU

Bendungan Sindangheula, Serang, Provinsi Banten yang dibangun menggunakan skema KPBU. Dokumentasi Kementerian PUPR

Lima tahun ke depan dengan KPBU bukan hanya menarik investasinya saja, tetapi kita bisa lebih banyak membuka lapangan kerja
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembiayaan infrastruktur kerakyatan di wilayah perkotaan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Lima tahun ke depan dengan KPBU bukan hanya menarik investasinya saja, tetapi kita bisa lebih banyak membuka lapangan kerja," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi yang di terima di Jakarta, Minggu.

Menteri Basuki mengatakan bahwa Kementerian PUPR terus mempermudah investasi, bukan sekadar pro-investasi tetapi tujuannya untuk lapangan kerja.

Baca juga: Kementerian PUPR prioritaskan pembangunan Tol Kunciran-Cengkareng

Untuk pembangunan infrastruktur kerakyatan di wilayah perkotaan atau urban, Kementerian PUPR mendorong pembiayaan infrastruktur melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Salah satu contohnya pada pembangunan infrastruktur penyediaan air pada Bendungan Karian dan Sindangheula yang dibangun Kementerian PUPR.

Sedangkan pembangunan infrastruktur kerakyatan di wilayah-wilayah dengan tingkat perekonomian yang masih rendah (pinggiran, rural dan tertinggal), pembiayaannya diprioritaskan menggunakan government direct spending atau APBN.

"APBN hanya instrumen, sementara yang membuka lapangan kerja para pelaku usaha,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca juga: PUPR dukung penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat di Banten

Menurut Menteri Basuki, pada tahun 2020, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,92 triliun, belum termasuk investasi yang bergulir untuk proyek pembangunan jalan tol dan proyek KPBU lainnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak mungkin semua infrastruktur dibiayai APBN.

Pemerintah menawarkan model pembiayaan kreatif, baik investing seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), lalu juga Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).

Oleh karena itu ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera diperbaiki sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang semakin baik.

Baca juga: PUPR berharap jalan nasional Sorong-Mega, Papua Barat rampung 2021

Baca juga: Menteri PUPR: Pembangunan kawasan nelayan tingkatkan ekonomi pesisir

Baca juga: PUPR sarankan tol layang Japek digunakan untuk perjalanan jarak jauh


Pewarta: Aji Cakti
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Jabar & Menteri PUPR rencakan aksi atasi banjir

Komentar