DPRD Surakarta tinjau pemeliharaan Stadion Manahan usai di renovasi

DPRD Surakarta tinjau pemeliharaan Stadion Manahan usai di renovasi

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta saat melakukan peninjauan dalam masa pemeliharaan di Stadion Manahan Solo, Senin (16/12/2019). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto/pri.

Solo (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kota Surakarta melakukan peninjauan masa pemeliharaan Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah, Senin, setelah selesai direnovasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp301 miliar.

Ada 11 anggota DPRD Kota Surakarta yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan, Olahraga dan Kesra, Putut Gunawan dan didampingi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta, Totok Supriyanto, Supervisor PT Adhi Karya, Adi Kristanto.

"Kami juga mengumpulkan bahan-bahan untuk mengantisipasi langkah selanjutnya, karena stadion ini, statusnya belum diserahkan kepada pemerintah daerah. Jadi nanti kalau sudah diserahkan menjadi beban APBD, sehingga perlu diantisipasi," kata Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan, Olahraga dan Kesra, Putut Gunawan.

Baca juga: Solo bergerak benahi lapangan pendukung Piala Dunia U-20

Dia mengatakan dari hasil meninjau Stadion Manahan ada beberapa yang perlu dicatat terutama masih ada bekas genangan air setelah hujan, yakni di bagian luar lapangan atau alas karpet karet warna merah di belakang sebelah timur gawang bagian selatan.

"Saya melihat masih ada bekas genangan air di areal karpet karet warna merah itu, sedangkan tempat saluran air pembuangan ada di sebelah timur kelihatan lebih tinggi, sehingga tidak bisa mengalir," katanya menambahkan.

Menurut dia, dengan adanya penemuan bekas genangan air tersebut menjadi catatannya, karena saat ini, stadion masih tanggung jawab perawatan oleh kontraktor. Selain itu, juga kondisi rumput di pinggiran lapangan dekat tribun juga terlihat belum terawat dengan baik.

"Kami sudah sampaikan dengan pengelola dan kami berharap segera diantisipasi upaya tradisi merawat stadion ini, dimulai dari hal-hal yang kecil, sehingga nanti bisa digunakan untuk event internasional itu, tidak mengecewakan," katanya menegaskan.

Pada tingkat internasional, kata dia, budaya akurasi melakukan tindakan-tindakan perawatan stadion sangat diperhatikan. Bahkan, kebersihan dan bau kamar mandi pasti akan menjadi perhatian khusus.

"Tingkat akurasi tinggi dalam perawatan stadion belum menjadi budaya kita. Kami kalau merawat biasanya hanya kelihatan rapi selesai. Hal ini, yang perlu ditingkatkan karena Stadion Manahan sekarang menjadi stadion bertaraf internasional. Sehingga, perilaku budaya dalam memelihara dan mengelola stadion harus berstandart internasional," katanya.

Stadion Manahan Solo secara umum sudah siap digunakan, dan lapangan ini, tinggal fasilitas pelengkap di luar stadion seperti tiket boks, dan kamera pengawas garis. Pada anggaran 2020 segera dilengkapi seluruhnya.

Supervisor PT Adhi Karya Adi Kristanto Stadion Manahan Solo memang masih dalam masa perawatan jika ada titik-titik, dimana yang belum sempurna akan segera disempurnakan.

"Tadi memang ada masukan dari Komisi IV DPRD setempat ada lantai di luar lapangan kurang sempurnanya nanti akan disempurnakan, sekarang memang masa perawatan hingga Maret mendatang," katanya.

Menurut dia, masalah kondisi rumput di ring luar lapangan selama dua hari sekali cepat tumbuh tinggi dan harus dipotong. Pada Sabtu hingga Minggu karyawan libur sehingga belum sempat dipotong rumputnya.

Baca juga: Stadion Manahan akses mudah Piala Dunia U-20

Baca juga: Ganjar bangga Manahan Solo tempat Piala Dunia U-20

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar