Wapres Ma'ruf Amin buka Munas XXI PMI

Wapres Ma'ruf Amin buka Munas XXI PMI

Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dalam Musyawarah Nasional XXI Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2019 di Hotel Millenium Kebon Sirih Jakarta, Senin (16/12/2019). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

PMI telah berkembang menjadi organisasi kepalangmerahan yang mandiri
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka Musyawarah Nasional XXI Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2019 di Hotel Millenium Kebon Sirih Jakarta, Senin.

Wapres tiba di ruang acara pukul 16.06 WIB bersama dengan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Ketua Harian PMI Ginanjar Kartasasmita.

Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf Amin mengapresiasi kinerja PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya cepat dalam menanggapi bencana alam di daerah.

"Tugas menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan dalam misi kemanusiaan itu telah dilakukan dengan baik oleh PMI. PMI telah berkembang menjadi organisasi kepalangmerahan yang mandiri dengan reputasi yang sangat baik dan di Indonesia dan di dunia internasional," kata Wapres Ma'ruf Amin.

Baca juga: Kemnaker: Kartu Prakerja tingkatkan kompetensi PMI
Baca juga: PMI menggelar Munas XXI 2019


Dalam sejumlah bencana alam yang terjadi beberapa waktu terakhir, PMI selalu berperan dalam menangani korban hingga membantu proses rehabilitasi pascabencana, seperti di Palu dan Lombok.

"Saya mencatat beberapa kontribusi PMI, termasuk penanganan pascatsunami dan gempa bumi di Aceh dan Nias, mulai dari masa tanggap darurat sampai selama periode rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah tersebut. PMI juga terlibat secara penuh dalam misi kemanusiaan pascagempa bumi di NTB, serta gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan tugas-tugas kemanusiaan harus dilakukan dengan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah dan pihak swasta. Oleh karena itu, kerja sama antara PMI dan Pemerintah Indonesia akan menjadi upaya optimal dalam menanggulangi persoalan penanganan bencana dan masalah kemanusiaan.

"Kemanusiaan itu hanya dapat kita selesaikan apabila kita mempunyai kerja sama yang baik, upaya dengan kerja sama itu tentu juga dengan Pemerintah dan dukungan Pemerintah kepada kepalangmerahan," kata JK.

Baca juga: PMI kerahkan personel bantu korban banjir bandang Sigi
Baca juga: PMI gencarkan promosi edukasi kesehatan cegah mewabahnya Hepatitis A


Selama kepengurusan periode 2014-2019, PMI telah melakukan 9.976 operasi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di 11 provinsi, dengan menggerakkan sedikitnya 3.000 relawan di seluruh Indonesia.

PMI mencatat dari seluruh operasi tanggap darurat pascabencana terdapat 3.861.277 penerima manfaat palang merah, antara lain penerimaan air bersih, pelayanan kesehatan, hunian, dukungan psikososial serta pembangunan sekolah dan masjid.

Baca juga: PMI distribusikan bantuan untuk korban banjir bandang di Sumbar
Baca juga: PMI NTB latih relawannya dirikan huntara yang aman bagi korban bencana
Baca juga: PMI salurkan bantuan berbasis tunai untuk korban gempa Lombok NTB


Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres minta para menteri perbarui data kemiskinan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar