Menteri Edhy ingin ibu rumah tangga kreatif sajikan menu ikan

Menteri Edhy ingin ibu rumah tangga kreatif sajikan menu ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA/M Razi Rahman/pri.

Saya berharap, ibu-ibu semua bisa menyajikan makanan berbahan ikan dengan berbagai macam kreasinya untuk keluarga di rumah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginginkan ibu-ibu di rumah tangganya masing-masing dapat lebih kreatif dalam menyajikan menu jenis ikan agar semakin banyak anggota keluarga yang ingin mengonsumsi produk kelautan dan perikanan.

"Saya berharap, ibu-ibu semua bisa menyajikan makanan berbahan ikan dengan berbagai macam kreasinya untuk keluarga di rumah," kata Menteri Edhy di Jakarta, Senin.

Menteri Kelautan dan Perikanan meyakini bahwa ibu-ibu memiliki ide dan kreativitas dalam penyajian sehingga membantu mencegah anak-anak bangsa dari stunting.

Ia juga mengutarakan harapannya agar ke depannya tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi sehingga setiap pihak terkait mesti bahu-membahu mengatasi hal itu.

Sebagaimana diwartakan, Dirjen Penguatan Daya Saing KKP Agus Suherman mengingatkan bahwa pada tahun 2019 ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat ditargetkan mencapai 54,49 kg/kapita, atau naik dari 50,69 kg/kapita pada tahun 2018 lalu.

Dengan tren konsumsi yang terus meningkat dan melampaui target, lanjutnya, maka diharapkan pada 2024 nanti, tingkat konsumsi ikan bisa menembus 60 kg/kapita per tahun.

Apalagi, ia juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi di masyarakat, salah satunya adalah stunting.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, diperkirakan 30,8 persen balita di Indonesia mengalami stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek untuk usianya.

Selain itu juga, stunting dinilai tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas namun juga berpenguruh pada penurunan kecerdasan, dan kerentanan terhadap sejumlah penyakit.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika PDB Indonesia tahun 2017 adalah sekitar Rp13.000 triliun, maka berarti kerugian akibat stunting diperkirakan dapat mencapai hingga sekitar Rp260 - 360 triliun.

Baca juga: Namazu Kabayaki, menu baru berbahan lele dari Ichiban Sushi
Baca juga: Mi kuah tenggiri Bangka, menu berbuka terlaris selama Ramadhan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri KKP carikan lapangan kerja baru untuk WNI ABK Long Xing 629

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar