AP I harap Bandara Yogyakarta jadi pintu kedua setelah Bali

AP I harap Bandara Yogyakarta jadi pintu kedua setelah Bali

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Kenapa bandara di Kulon Progo itu penting, karena kira berharap ini (Bandara Internasional Yogyakarta) menjadi 'second' pintu setelah Bali, bukan setelah (bandara) Soekarno Hatta ya
Yogyakarta (ANTARA) - Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengharapkan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah beroperasi penuh nantinya dapat menjadi pintu masuk wisatawan kedua setelah bandara internasional di Bali.

"Kenapa bandara di Kulon Progo itu penting, karena kira berharap ini (Bandara Internasional Yogyakarta) menjadi 'second' pintu setelah Bali, bukan setelah (bandara) Soekarno Hatta ya," kata Devy saat menjadi pembicara pada acara Konvensi Nasional Humas (KNH) di Convention Hall Sahid Raya Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, penumpang pesawat yang turun di bandara Bali mayoritas merupakan wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke destinasi wisata daerah tersebut, sementara yang turun ke Bandara Soekarno Hatta, adalah mereka yang siap berbisnis.

"Soekarno Hatta itu bisnis, Bali itu nation, yang turun di Soekarno Hatta haknya 12 centi, yang turun di Bali pakai sandal jepit, tapi sandal jepitnya beda yang dipakai (wisatawan) Korea, konteksnya berbeda, itu yang masuk ke Bali, dan itu pula yang diharapkan nanti masuk ke Jogja," katanya.

Akan tetapi, kata dia, penumpang yang masuk ke Jakarta tersebut mayoritas untuk kepentingan bisnis ataupun mereka yang siap untuk melakukan presentasi dan bukan siap 'nyemplung', atau berwisata.

"Makanya dengan kita bisa membuka ini (Bandara Internasional Yogyakarta), kita berharap lebih banyak 'direct flight' (penerbangan langsung), sehingga orang yang masuk Jogja tidak capek, bahkan dari Jogja bisa melebar ke mana mana," katanya.
Dia juga menyebut, pada 2018 wisatawan domestik ke DIY dan Jawa Tengah mencapai 2,9 juta orang, sementara wisatawan internasional sekitar 600 ribu orang, yang mana sekitar 85 persen masuk melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta, sementara pada 2021, sebanyak satu juta wisatawan mancanegara ditargetkan lewat Bandara Internasional Yogyakarta.

"Makanya saya ajak teman-teman di Jogja, jadikan Jogja sebagai pintu untuk Indonesia, bukan hanya pintu untuk Jogja. Karena kalau kita melihat tidak beda dengan Bali, sama-sama punya candi, punya sawah, dan punya pantai bahkan sepanjang laut selatan, di sana (Bali) punya tempat instagramable di Jogja tidak pernah abis tempat instagramable," katanya.

Dia juga mengatakan, AP I memiliki 15 bandara, sementara per April 2019 Bandara Internasional Yogyakarta sudah beroperasi tetapi sifatnya masih temporary. "Jadi YIA (Bandara Yogyakarta) akan beroperasi penuh nanti di 29 Maret 2020," katanya.

Baca juga: Pemerintah diharapkan percepat pembangunan infrastruktur pendukung BIY

Baca juga: Perjalanan KA Bandara Yogyakarta bertambah per 1 Desember


 

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar