Laode dan Saut pamitan usai umumkan tersangka

Laode dan Saut pamitan usai umumkan tersangka

Dua Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang usai jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (16/12/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

tahu-tahu besok ada OTT
Jakarta (ANTARA) - Dua Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Laode M Syarif dan Saut Situmorang berpamitan kepada awak media usai konferensi pers terkait pengumuman hasil pengembangan dua perkara.

Untuk diketahui, masa jabatan keduanya akan berakhir pada 21 Desember 2019.

"Saya dengan Pak Saut mengucapkan mohon maaf lahir batin juga kepada teman-teman semuanya karena kayaknya ini konferensi pers terakhir bagi kami dalam mengumumkan tersangka," kata Syarif di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Namun, Saut yang juga menemani Syarif tiba-tiba menimpali "tahu-tahu besok ada OTT" (operasi tangkap tangan).

Baca juga: Pimpinan KPK tanggapi positif adanya temuan baru kasus Novel Baswedan

"Kecuali ada yang spesial (OTT) tetapi kelihatannya ini adalah konferensi pers terakhir yang kami umumkan mohon maaf lahir batin dan terima kasih atas kerja teman-teman semuanya dalam mengawal Indonesia agar lebih baik ke depan," ucap Syarif.

Sebelumnya, Syarif telah mengumumkan hasil pengembangan perkara korupsi pengadaan barang/jasa di Kemenag Tahun 2011.

Ada pun pengadaan yang dimaksud, yakni peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah dan pengadaan pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Tahun 2011.

Baca juga: KPK sebut ada koordinasi dengan Kemenkeu terkait penyelundupan Harley

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) di Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Undang Sumantri (USM) sebagai tersangka baru dalam kasus itu.

Dalam kesempatan sama, Saut juga menyampaikan hasil pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus itu, yakni Sekretaris MA 2011-2016 Nurhadi (NHD), Rezky Herbiyono (RHE) swasta atau menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS).

Baca juga: Saut Situmorang sebut 12 pegawainya mundur terkait UU KPK baru

Baca juga: Saut Situmorang sebut ada 7.000 surat aduan masyarakat masuk ke KPK

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Capim KPK optimis lolos psikotes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar