Penyelamatan nelayan Malaysia di Selat Malaka diapresiasi

Penyelamatan nelayan Malaysia di Selat Malaka diapresiasi

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara Nazli. (ANTARA/HO)

Nelayan Indonesia dan nelayan Malaysia harus saling menghargai serta tetap berteman dengan baik
Medan (ANTARA) - Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara Nazli mengapresiasi penyelamatan nelayan asal Malaysia, Wal Asmira (28), oleh nelayan Kabupaten Langkat, saat perahunya terombang-ambing di perairan Selat Malaka karena kehabisan bahan bakar minyak.

"Penyelamatan nelayan Malaysia yang dilakukan nelayan Langkat atas nama Kevin Arfinsyah, Jepri, dan M. Jepri merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa," kata dia, di Medan, Senin.

Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan nelayan tradisional Langkat itu tugas kemanusiaan. Mereka menyelamatkan seorang nelayan asing yang kesasar memasuki perairan Indonesia.

"Jika nelayan Malaysia itu, tidak segera ditolong dan kemungkinan apa yang terjadi terhadap dirinya.Bisa saja orang asing tersebut tenggelam atau kelaparan di tengah laut," ujarnya.

Ia menyebutkan upaya nelayan Langkat tidak hanya mengharumkan nama baik nelayan Sumatera Utara (Sumut), tetapi juga Indonesia.

Baca juga: Enam nelayan tradisional Langkat ditangkap maritim Malaysia

Sesama nelayan yang mengalami musibah di tengah laut, katanya, harus ditolong.

"Nelayan Indonesia dan nelayan Malaysia harus saling menghargai serta tetap berteman dengan baik," katanya.

Nelayan asal Malaysia yang perahunya terombang-ambing karena kehabisan bahan bakar di Selat Malaka akhirnya diselamatkan nelayan Langkat. Dia kini berada di Poskamla TNI-AL Pangkalan Susu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun dari Pangkalan Susu, Minggu (15/12), peristiwa itu terjadi Sabtu (14/12), sekitar pukul 17.00-22.35 WIB di Selat Malaka, tepatnya di perairan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dengan koordinat 04-44-00 Lintang Utara dan 098-42-00 Bujur Timur.

Nelayan yang mereka tolong itu, kemudian diserahkan kepada Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TNI-AL Pangkalan Susu Langkat.

Hasil pemeriksaan identitas WNA tersebut,  Wal Asmira bin Hasan alias Ali (28), warga Jalan Kebalik, Pulau Kelurahan Kemak Taman Sahabat, Kecamatan Baya Lepas, Penang, Malaysia.

Baca juga: Nelayan Langkat sering dirampok di perairan Aceh
Baca juga: HNSI: Hukum berat nelayan gunakan bahan peledak

 

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kontras Sumut gandeng Kantor Berita Antara latih jurnalis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar