Alasan mengapa penyaluran BBM subsidi ke SPBU di Timika dibatasi

Alasan mengapa penyaluran BBM subsidi ke SPBU di Timika dibatasi

Antrean kendaraan bus dan truk saat mengisi BBM di SPBU Timika Jaya SP2, Timika. (ANTARA/Evarianus Supar)

Pertamina mengatur penyalurannya ke setiap SPBU agar bisa bertahan sampai dengan akhir tahun
Timika (ANTARA) - Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengakui adanya pembatasan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar dan premium ke semua SPBU di Kota Timika dalam beberapa bulan terakhir.

Sekretaris Disperindag Mimika Inocentius Yoga Pratama di Timika, Selasa, mengatakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar telah dilakukan sejak Agustus lalu dari biasanya 16 kiloliter per hari dikurangi menjadi delapan kiloliter per hari.

Alasannya, kuota solar bersubsidi untuk Kabupaten Mimika hampir habis sehingga perlu diatur agar tidak sampai terjadi kekosongan hingga akhir tahun.

"Untuk penyaluran solar memang dibatasi. Pertamina mengatur penyalurannya ke setiap SPBU agar bisa bertahan sampai dengan akhir tahun," kata Yoga.

Ia menyebut kelangkaan BBM nonsubsidi seperti pertalite dan dexlite beberapa waktu lalu di Timika bukan karena stoknya tidak tersedia, namun lantaran terjadi kepanikan warga.

Dalam kondisi seperti itu, katanya, sebagian orang melihatnya sebagai peluang pasar untuk menjual BBM dengan harga sangat mahal hingga Rp50 ribu per botol air kemasan.

"Kemarin saat terjadi kelangkaan BBM itu, ojek-ojek di Timika tidak mau cari penumpang tapi antre bolak-balik ke SPBU lalu sedot minyak dari tanki motor untuk dijual kembali dengan harga sangat mahal di pinggir jalan. Kalau semua orang punya pemahaman yang sama, maka otomatis terjadi antrean panjang kendaraan," jelas Yoga.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho mengatakan jajarannya memperpanjang jam operasional lima SPBU di Timika untuk mengatasi antrian kendaraan di Timika beberapa waktu lalu.

Namun setelah antrean kendaraan berkurang alias normal, maka jam operasional SPBU di Timika kembali seperti biasanya.

"Pertamina terus mengoptimalkan pelayanan BBM di Timika dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Saat ini stok premium di Fuel Terminal Jobber Timika hingga dalam kondisi aman dengan ketahanan stok (coverage days) mencapai 18,5 hari. Pertamina berharap agar masyarakat dapat menggunakan BBM dengan tepat sasaran sesuai keperluan," jelas Brasto.

Baca juga: Pertamina diminta buka depot di Timika
Baca juga: Freeport kembangkan kopi di dataran tinggi Mimika

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

32,6 ton BBM subsidi ilegal di Timika diamankan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar