Umat Katolik Secang buat gua Natal dari berongsong dan kelobot

Umat Katolik Secang buat gua Natal dari berongsong dan kelobot

Seorang umat membuat gua Natal kontemporer desa di Kapel Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2019). (ANTARA/Hari Atmoko)

Magelang (ANTARA) - Umat Katolik Wilayah Secang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah bergotong royong membuat gua Natal secara kreatif dengan menggunakan berbagai berbagai bahan lokal, seperti kelobot dan berongsong.

"Dalam dua hari terakhir, kami bersama-sama mengerjakan gua Natal untuk kapel kami, kalau persiapannya sejak dua minggu lalu," kata seorang pemuka umat setempat, Benediktus Longga, di sela kerja bakti mereka di Magelang, Selasa.

Gua Natal kontemporer mereka itu ditempatkan di samping altar Kapel Santa Maria Regina Pacis Secang untuk misa malam Natal pada Selasa (24/12).

Berbagai bahan lainnya untuk pembuatan gua Natal dengan panjang sekitar tiga meter, lebar dua meter, dan tinggi tiga meter itu, seperti besek, keset, kepang, kukusan, tikar dari mendong, daun kelapa.

Baca juga: Polres Malang terjunkan 500 personel gabungan amankan Natal

Seluruh ruangan misa di kapel itu juga dipasangi puluhan instalasi seni berupa rangkaian bahan-bahan tersebut untuk menghadirkan suasana lokal yang semarak atas ibadat malam Natal mereka mendatang.

Di bagian gua Natal juga ditempatkan aneka tanaman hias dalam sejumlah pot, instalasi lilin, dan lima properti gunungan berbahan potongan-potongan kepang sebagai simbol bahwa kota kecamatan setempat itu dikelilingi lima gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh).

Di bagian atas gua dipasang tulisan dengan bahan keset "Gloria in excelsis Deo" (Kemuliaan kepada Tuhan di tempat tinggi), sedangkan di dalam gua kontemporer itu akan ditempatkan instalasi besek sebagai tanda palungan, tempat Yesus lahir yang kemudian dirayakan umat Kristiani sebagai Natal setiap 25 Desember.

Selain itu, ditempatkan aneka properti yang menceritakan suasana sederhana saat kelahiran Yesus di Gua Betlehem, sekitar dua ribu tahun lalu, seperti Maria dan Yusuf, sejumlah patung domba, beberapa gembala, dan sosok tiga raja dari timur.

Baca juga: Airnav Denpasar catat 367 penerbangan tambahan pada Natal-tahun baru

Di bagian samping kapel kecil berseberangan dengan areal persawahan di daerah itu, umat memasang papan dengan bahan kepang yang dihiasi, antara lain kelobot, besek, dan kotak bekas wadah buah-buahan.

Papan itu bertuliskan tentang tema Natal 2019 yang dikeluarkan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang".

Secara teknis dan pengembangan gagasan kreatif pembuatan gua Natal kontemporer, mereka dibantu dua seniman petani Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, Khoirul Mutaqin dan Pangadi.
Sejumlah umat membuat instalasi Natal dari bahan-bahan alam untuk dipasang di Kapel Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2019). (ANTARA/Hari Atmoko)


Longga yang juga salah satu prodiakon Kapel Secang, Paroki Maria Fatima Kota Magelang itu, menjelaskan tentang makna gua Natal kontemporer yang antara lain terkait dengan fokus umat dalam menyiapkan diri menyambut Natal atau adven, melalui pertemuan-pertemuan umat basis membahas dan merefleksikan semangat hidup transformatif untuk meningkatkan peran mereka dalam membangun persahabatan dengan sesama dan lingkungan sosial serta alam di kawasan itu.

"Kita diajak untuk lebih memperhatikan kekayaan lokal, kearifan lokal, termasuk melalui berbagai pemanfaatan produk-produk lokal secara kreatif, sehingga menjadi menguat dan bernilai tambah," ucap pensiunan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang itu.

Melalui karya gua Natal kontemporer itu, ucapnya, umat memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk menghadirkan daya ubah bagi kehidupan yang lebih baik.

"Juga terkait dengan hal-hal yang seolah-olah tidak berguna menjadi memiliki manfaat untuk kebaikan," ujar dia.

Baca juga: Pertamina MOR I operasikan dua SPBU di Tol Medan-Tebingtinggi Sumut

Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Misa di Gereja Katedral dikunjungi komunitas lintas agama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar