Bappenas dorong pembangunan rendah karbon

Bappenas dorong pembangunan rendah karbon

Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho menunjukkan alat penghitung gas karbon hasil penelitiannya saat jumpa pers di kampus UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (16/12/2019). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Kalau penurunan karbon itu banyak konsekuensinya
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong pembangunan infrastruktur mempertimbangkan aspek lingkungan untuk mewujudkan rendah karbon sesuai target penurunan emisi karbon 27,3 persen tahun 2020-2024.

"Kalau penurunan karbon itu banyak konsekuensinya, artinya setiap apa yang akan dibangun harus diperhitungkan lebih banyak kepada green, kami mengharapkan green economy," kata Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Bappenas Oktorialdi dalam Konferensi Pembangunan Papua di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Bappenas menggandeng mitra pembangunan seperti dengan Unit Perubahan Iklim Inggris (UKCCU) dan Badan PBB bidang pembangunan (UNDP) untuk mendorong pembangunan yang rendah karbon.

Baca juga: Bappenas libatkan milenial untuk wujudkan pembangunan rendah karbon

Pemerintah daerah, lanjut dia, juga diajak bekerja sama untuk mewujudkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 khususnya terkait penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 27,3 persen.

Salah satunya Pemerintah Provinsi Papua Barat yang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian PPN/Bappenas beberapa waktu lalu.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan ditemui dalam kesempatan yang sama mengatakan penandatanganan itu juga merupakan tindak lanjut Papua Barat sebagai provinsi konservasi yang sudah diatur khusus dalam perda terkait pembangunan berkelanjutan.

"Kami akan melibatkan masyarakat di Papua Barat terutama masyarakat adat yang ada di kawasan hutan lindung konservasi, ini semua untuk mereka bisa berdiri dan menjaga hutan," katanya.

Baca juga: Pemerintah siap terapkan Pembangunan Rendah Karbon dalam RPJMN

Pihaknya juga memetakan kawasan-kawasan yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur termasuk pariwisata dan kawasan konservasi agar tetap terjaga dan lestari.

Pariwisata, kata dia, merupakan salah satu sektor yang berkontribusi bagi ekonomi di Papua Barat dengan daya tarik Raja Ampat yang dikenal dunia. Selain itu, lanjut dia, juga ada potensi wisata lain di antaranya ada di Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Cenderawasih dan Pegunungan Arfak.

Baca juga: Bappenas: Penurunan daya dukung lingkungan akan hambat pertumbuhan ekonomi

Sementara itu, Bappenas dalam rancangan RPJMN 2020-2024 menyebutkan capaian penurunan emisi gas rumah kaca semakin mendekati target penurunan emisi sebesar 26 persen tahun 2020.

Hingga tahun 2017, Bappenas menyebutkan capaian potensi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 22,5 persen.

Dalam RPJMN 2020-2024, penurunan emisi gas rumah kaca ditargetkan mencapai 27,3 persen menuju target 29 persen tahun 2030 sesuai Kesepakatan Paris.

Baca juga: Bappenas: Indonesia juara dalam urusan pembangunan rendah karbon
Baca juga: Bappenas: Kebijakan pro lingkungan bantu pertahankan pertumbuhan ekonomi

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri LHK paparkan kemajuan pengurangan emisi dari deforestasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar