Resensi film

"Imperfect", sebuah refleksi untuk mencintai diri

Oleh Maria Cicilia

"Imperfect", sebuah refleksi untuk mencintai diri

Reza Rahadian dan Jessica Milla pada salah satu adegan dalam film "Imperfect" (ANTARA News/Starvision)

Jakarta (ANTARA) - "Imperfect" karya terbaru dari Ernest Prakasa mulai tayang besok di bioskop Tanah Air. Film ini siap menghangatkan hati Anda dengan isu soal body shamming atau mengejek bentuk tubuh dan mencintai diri sendiri yang disampaikan melalui sebuah komedi.

Berkisah tentang Rara (Jessica Milla) yang tak peduli dengan ejekan orang lain mengenai bentuk tubuhnya yang tidak proporsional untuk ukuran seorang perempuan seusianya. Sebab dia sudah mendengarkan hal ini sejak kecil dan menjadi terbiasa.

Rara pun sangat beruntung karena memiliki pacar seperti Dika (Reza Rahadian) yang mencintai dan menerima apa adanya. Dika menganggap Rara adalah sosok yang sempurna karena memiliki hati yang baik dan lembut.

Keadaan berubah ketika bos Rara (Dion Wiyoko) memintanya untuk memperbaiki penampilan jika ingin menduduki posisi manajer di kantornya. Bagi Rara ini adalah kesempatan besar, dia pun bertekad untuk menjadi perempuan kurus dan cantik seperti gambaran iklan di televisi.

Namun ada harga yang harus dibayar, Rara kehilangan orang-orang yang mencintainya. Sebab pada akhirnya, dia juga memiliki sikap yang sama dengan mereka yang pernah mengejeknya.

Baca juga: Film "Imperfect" rilis poster bermetafora timbangan
Jessica Milla bersama para aktor cilik pada salah satu adegan dalam film "Imperfect" (ANTARA News/Starvision)


Isu yang sensitif

Hidup dengan standar yang diciptakan orang lain adalah isu yang paling ditonjolkan dalam film ini dan memang sangat relevan dengan kehidupan kita, seolah-olah ini menjadi hal yang biasa.

Body shamming sering menjadi sebuah lelucon dalam pergaulan bahkan di lingkungan keluarga. Jika melawan akan dianggap baper atau sensitif, diam saja membuat sakit hati.

Ernest dan istrinya, Meira Anastasia yang juga menulis skenario untuk "Imperfect" mampu membawa isu body shamming ini dengan gaya yang ringan, penuh celotehan dan tawa sehingga isu yang sensitif ini hadir dan membentuk sudut pandang baru bagi yang menyaksikannya.

Secara tidak sadar film ini mengajak untuk bercermin, apakah kita bagian dari mereka yang sering melontarkan ejekan atau Rara yang pada akhirnya hidup dari standar orang lain. Gambaran relevan yang ditampilkan dalam "Imperfect" pun sebenarnya memiliki pesan yang cukup berat tapi berkat kepiawaian keduanya, kita dapat mencernanya dengan santai.

Baca juga: Trailer resmi "Imperfect" beri gambaran cerita yang lebih kompleks

Tangis yang dibarengi tawa

Bukan Ernest namanya jika tidak bisa membuat penonton menangis sekaligus tertawa di momen yang sama. Ernest mampu menempatkan sisi komedi di waktu yang tepat lewat para komika atau pelawak tunggal yang bergabung.

Komedi di sini terbangun lewat obrolan santai atau celotehan antar pemain, bahkan seorang Reza Rahadian juga mampu menghadirkan tawa melalui celetukan singkatnya. Beberapa lawakan yang dilontarkan oleh pemain pun cukup terngiang sampai keluar dari bioskop.

Dramanya? Tentu saja drama juga cukup kuat. Pesan yang disampaikan dalam film ini membawa drama tersendiri. Ada momen di mana hubungan antara orangtua dan anak begitu membekas dan menguras airmata. Tapi lagi-lagi bukan Ernest namanya jika disela-sela tangisan tidak bisa menyajikan sesuatu yang menggelitik.
 
Jessica Milla dan Reza Rahadian pada salah satu adegan dalam film "Imperfect" (ANTARA News/Starvision)


Pemeran yang menguatkan cerita

Di sini kita akan melihat Reza benar-benar seperti "orang biasa", bahkan dari sisi penampilan. Akting tidak usah diragukan lagi, sangat maksimal sampai-sampai kita bisa menciptakan standar baru bahwa laki-laki idaman adalah yang seperti Dika, lahir dari keluarga sederhana yang tidak melihat seseorang dari penampilannya, baik hati, sabar dan sayang keluarga. Sosok seperti ini pun memang ada di kehidupan nyata.

Sebagai sosok yang tidak percaya diri, Jessica Milla mampu memerankannya dengan baik. Apalagi dia juga bertransformasi menjadi sangat berbeda dari penampilan aslinya.

Namun yang mencuri perhatian dalam film ada pada Shareefa Daanish dan Boy William. Shareefa cukup banyak terlibat dalam plot cerita, sedangkan Boy hadir dengan jargonnya yang khas. Keduanya sangat menghidupkan cerita di film ini.

Secara keseluruan "Imperfect" adalah film yang wajib ditonton menjelang pergantian tahun sebagai refleksi diri. Film ini mengajarkan kita untuk lebih mencintai dan melihat kebaikan dalam diri sendiri serta bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki. "Imperfect" mulai tayang pada 19 Desember 2019.
 

Cast Imperfect berbagi kisah


Baca juga: Akting dengan Reza Rahadian, Jessica Milla: mimpi jadi nyata

Baca juga: Lewat "Imperfect", Meira Anastasia menyelami lebih dalam industri film

Baca juga: Reza Rahadian tulis lagu untuk film "Imperfect"

 

Oleh Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar