Liga 1 Indonesia

Munster: kekompakan jadi kunci kesuksesan Bhayangkara FC

Munster: kekompakan jadi kunci kesuksesan Bhayangkara FC

Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster (kedua dari kiri) menyampaikan keterangan purnalaga usai melawan Kalteng Putra di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (16/12/2019). (Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster membeberkan kunci kesuksesan timnya bisa masuk ke lima besar Liga 1 Indonesia hingga pekan ke-33 yakni kekompakan seluruh pemain baik di dalam dan di luar lapangan.

"Kebersamaan ini sangat erat dengan pemain baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya banyak melakukan hal-hal bersama tim," kata Munster dalam keterangannya, Rabu.

Saat ini Bhayangkara menghuni posisi keempat klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 50 poin. Bahkan mereka memiliki peluang untuk bisa menempati posisi dua jika Persipura dan Persebaya terpeleset di laga terakhir.

Baca juga: Bhayangkara merangsek ke posisi tiga usai kalahkan Kalteng Putra

Kesuksesan The Guardians juga tak terlepas dari sentuhan dingin Paul Munster. Terseok-seok pada putaran pertama dengan hanya mengumpulkan 18 poin, mereka tercecer di posisi 11.

Menggantikan Angel Alfredo Vera yang didepak manajemen, Paul Munster langsung melakukan gebrakan di dalam tubuh Bhayangkara FC.

Dalam membangun kebersamaan tim, ia selalu melibatkan seluruh pemain baik saat latihan atau di luar lapangan. Hal kecil yang ia bangun seperti datang bersama-sama ke acara pernikahan Jajang Mulyana maupun menghadiri acara ulang tahun salah satu anggota tim.

"Bahwa saya selalu berusaha untuk selalu bersama-sama saat ada kegiatan tim, melakukannya bersama-sama," kata dia.

Mantan pelatih timnas Vanuatu itu juga membuat persaingan di skuat The Guardians menjadi kompetitif. Ia tak memandang pemain yang berlabel timnas maupun tidak. Paling penting, semua pemain menunjukan keseriusan dan mau mendengarkan segala instruksi.

Baca juga: Bhayangkara akui buang banyak peluang

"Saya banyak bercanda tapi ketika latihan dan pertandingan mereka tahu bagaimana sikap saya. Saya serius saat menghadapi pertandingan. Dan bagusnya mereka selalu mendengarkan, itu bagus untuk membangun tim pemenang," kata dia.

Keberhasilannya membangun tim yang kompak terlihat kala mengarungi putaran kedua. Sempat memiliki pemain yang terbatas akibat dipanggil timnas, akumulasi, maupun cedera di saat berbarengan, tak menurunkan semangat juang untuk memenangkan laga terutama bagi pemain muda.

"Ketika saya datang (posisi Bhayangkara) di peringkat 12. Saya tahu ini para pemain yang bagus tinggal bagaimana membuat mereka bekerja dengan bagus. Setengah musim sangat baik meski dalam dua bulan terakhir bisa dibilang (pemain) seadanya," kata dia.

"Ini bagus bagi para pemain terutama pemain muda untuk mendapatkan kesempatan bermain dan mereka bermain baik. Pengalaman yang sangat bagus (bagi pemain muda) kita menggunakan semua yang kita punya," kata dia melanjutkan.

Baca juga: Klasemen Liga 1: ketat diperebutan tempat kedua

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satgas Anti Mafia Bola Tahap III Papua mulai bertugas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar