Dekat ibu kota baru, TNC sarankan kajian wisata berkelanjutan Derawan

Dekat ibu kota baru, TNC sarankan kajian wisata berkelanjutan Derawan

Senja di Pulau Maratua, salah satu pulau terdepan Indonesia di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kamis (5/12/2019). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Jakarta (ANTARA) - Lead Scientist The Nature Conservancy (TNC) Indonesia Rizya Adiwijaya menyarankan pemerintah mulai menyiapkan kajian wisata berkelanjutan Kepulauan Derawan-Sangalaki yang berlokasi dekat dengan Ibu Kota Baru.

“Lokasi kerja kita ada yang di Derawan. Kemungkinan besar ini jadi destinasi wisata unggulan juga karena dekat dengan Ibu Kota Baru,” kata Rizya dalam lokakarya media di Jakarta, Rabu.

Perkembangan Ibu Kota Baru nanti, menurut dia, tentu akan berdampak juga pada jumlah kunjungan wisata ke Kepulauan Derawan-Sangalaki tersebut. Dampak lingkungannya juga pasti ada, karenanya perlu mulai dilakukan kajian daya dukung daya tampung untuk wisata berkelanjutan.

Menurut dia, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo tertarik mengembangkan wisata selam di Kepulauan Derawan-Sangalaki.

“Saya bilang siapkan dulu segalanya, termasuk mengkaji carrying capacity agar tahu berapa sih kapasitas tampung wisatawan di sana. Kalau terlalu padat tentu juga tidak bagus,” ujar dia.

Baca juga: Berlomba mengulik bawah laut Maratua

Baca juga: Dua tim berebut Rp120 juta temukan titik selam baru Maratua

Baca juga: Pertama di dunia lombakan pencarian titik selam baru


Jumlah penginapan termasuk konsumsi di Kepulauan Derawan-Sangalaki jelas akan bertambah seiring semakin bertambahnya jumlah wisatawan. “Kita dampingi saja nanti agar pengelolaan wisatanya tetap berkelanjutan,” kata Rizya.

Sementara itu, Community specialist TNC Indonesia Rynal Mayfadli mengatakan organisasi konservasi lingkungan itu juga memiliki beberapa program di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Salah satunya Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan (Sigap) di wilayah terestrial selain juga mendukung terbentuknya Taman Pesisir Kepulauan Derawan.

Inisiasi taman pesisir itu telah dimulai sejak pertengahan 2012 oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau, Pusat Kajian dan Inovasi Perikanan dan Sumberdaya Pesisir Universitas Mulawarman dan The Nature Conservancy.

Taman Pesisir Kepulauan Derawan adalah proses lanjutan dari Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) yang telah diinisiasi oleh Pemkab Berau sejak 2005. Pemerintah setempat berupaya melakukan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut sebagai upaya melestarikan ekosistem di sana untuk tujuan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Taman Pesisir Kepulauan Derawan terdiri dari Pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua yang juga merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia di Kalimantan Timur, dan masuk dalam Segitiga Terumbu Karang Dunia.*

Baca juga: Indonesia International Dive Adventure dimulai dari Maratua

Baca juga: TNC gelar pertemuan selamatkan kelangsungan ikan kakap dan kerapu

Baca juga: TNC Indonesia gandeng swasta perbaiki usaha perikanan


Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siapkan tiga juta lapangan kerja di Ibu Kota Negara yang baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar